DI 06102026
Lukas 14:23
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Perumpamaan ttg perjamuan besar ini telah mengingatkan kita bhw tdk semua org akan meresponi ‘undangan’ Tuhan utk menikmati sukacita bersama.
Satu fakta menarik dlm perumpamaan yang kita renungkan ini adalah ttg adanya suatu paksaan utk memasukkan org-org ke dalam tempat perjamuan itu supaya rumah penuh. Kalau memang perumpamaan ini bicara ttg bgmna nanti di rumah Bapa akan ada suatu sukacita besar yg dinikmati bersama, maka ada org-org tertentu yg dipaksa utk segera bertobat. Salah satu contoh adalah bgmna Saulus bertobat. Agaknya memang Saulus ‘dipaksa’ Tuhan utk bertobat saat dia dalam situasi gencar-gencarnya memburu orang yg percaya Yesus pd zaman gereja awal. Di dlm ‘paksaan’ itu, Saulus dibuat buta, tidak bs melihat selama 3 hari, tdk makan minum selama 3 hari, setelah didoakan Ananias yg diperintahkan Tuhan utk mendoakan Saulus maka akhirnya matanya melihat lagi dan dia akhirnya dibaptis (Kisah Para Rasul 9:1-18).
Dipaksa utk bertobat, pasti yg dialami tidak menyenangkan, bahkan mgkin menakutkan bagi sebagian org. Mgkin di antara kita ada yg spt Paulus, dulu sangat benci gereja dan org Kristen, tapi Tuhan beracara khusus dan akhirnya bertobat. Tuhan tentu pny alasan knpa Dia ‘memaksa’ seseorg bertobat, ada yg spt Paulus, ingin dipakai Tuhan secara khusus utk pemberitaan Injil yg pemberani, utk mengajar karena pny pengetahuan ttg kitab suci, dsbnya. Tujuan ini hrs terlaksana supaya rencana Tuhan tergenapi, hasilnya bs terlihat luar biasa. Yang hrs kita respon ialah rencana Tuhan hrs tergenapi dlm diri kita walaupun kita hrs bnyk berkorban dan kehilangan waktu pribadi kita, tetapi yakin bhw tentu Tuhan sediakan yg kita butuhkan dan Dia akan memberikan yg lebih baik drpd yg kita berikan pada-Nya, karna itu taat dan setia sampai akhir.
Kita hidup bukan utk kepentingan sendiri, tp juga utk kepentingan Tuhan, jgn menunggu sampai Tuhan ‘memaksa’ kita, lakukan dgn dasar kasih pd Tuhan.