DI 31102026
Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
Ayat ini memang sedikit sulit dipahami, yg menulisnya adalah rasul Paulus, yg dahulu adalah murid dr Gamaliel, seorg yg lebih dr sekedar guru biasa.
Jadi ttg hukum Taurat, Paulus sangat dapat memahaminya, tapi sejak ditemui Yesus & menjd pengikut Kristus, pandangannya ttg Taurat berubah. Memang tdk mudah untuk memahami pemaparan Paulus ttg Taurat, tp setidaknya kita punya gambaran ttg adanya perbedaan antara sekedar wajib melakukan hukum Tuhan dgn menghidupi hukum dlm keseharian hidup ini. Contohnya, mengapa org berhenti saat lampu lalulintas berwarna merah? Ada yg paham bila tdk berhenti, bs ditabrak kendaraan lain yg sedang melaju, drpd mati konyol, lebih baik taati saja, tapi ada jg yg sekedar kewajiban, tdk berhenti bs kena denda tilang, drpd keluar uang. Dalam mentaati hukum Tuhan, Paulus pernah juga alami taat pd hukum Taurat sekedar suatu kewajiban saja, memang diajar demikian & itu sudah berlaku turun temurun.
Apakah kita jg demikian? Jika kita tanyakan pd diri sendiri, mengapa kita beribadah atau mengapa kita lakukan apa yg ada di Alkitab dan khotbah? Mgkin kebanyakan jawaban yg diberikan adalah karena itu yg dilakukan org Kristen. Berarti masih pd level taat krna kewajiban semata. Jika ditanya lebih dalam, bgmna kualitas hubungan dgn Tuhan? Dari pertanyaan ini, kita akan temukan kualitas rohani kita yg sebenarnya. Seseorg bs saja terlihat religius, melakukan kewajiban yang agama haruskan, tp itu semua demi terlihat sangat religius semata. Inilah yg Yesus dgn keras mengkritik para ‘rohaniwan’ pd zaman itu: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (Matius 23:27).
Jgn taat pd perintah Tuhan sekedar suatu kewajiban agamawi saja, tp taatlah karena kita mengasihi Dia, supaya kita tidak hanya terlihat religius, tp benar-benar mengasihi Tuhan.