DI 28032015
1 Korintus 13:11 NLT
When I was a child, I spoke and thought and reasoned as a child. But when I grew up, I put away childish things.
Ketika aku seorang anak-anak, aku bicara dan berpikir dan beralasan sebagai seorang anak-anak. Tapi ketika aku bertumbuh, aku menjauhkan hal-hal kekanak-kanakan.
Menjd dewasa bkn sebuah pilihan tp sebuah keharusan, jika tdk terjd maka dipastikan ada sesuatu yg salah atau menghalanginya. Rasul Paulus mengajar bgmna perbedaan ttg dewasa dan tdk dewasa.
Ada 3 hal yg dilihat apakah seseorg itu dewasa atau tdk yaitu dr perkataan, pola pikir dan cara memberi alasan terhadap sesuatu, ketiganya berbeda ketika masih kanak-kanak.
Anak-anak biasanya bcra dulu baru kemudian berpikir stlah dimarahi, tp org dewasa berpikir dahulu br bcra, tdk asal mengeluarkan perkataan, sadar apa yg dikatakan dan bs mempertanggung jawabkannya. Kalau berjanji ya ditepati, kalau bersaksi ya bs dipercaya dan dipegang perkataannya.
Anak-anak berpikir scra sederhana, kadang-kadang semua dianggap ‘enteng’, kurang perhitungan dan kadang bermodal nekad saja. Org dewasa tdk cuma berpikir sederhana tp jg berpikir cermat dan cerdas, mempertimbangkan semua sisi dan tdk nekad tanpa alasan yg kuat.
Anak-anak biasanya polos dlm memberi sebuah alasan tp jg kadang ‘licik’ dlm menjelaskan sesuatu. Org dewasa hrs mampu memberi alasan dg membeberkan fakta dan latar belakang mengapa susuatu terjd, mengapa keputusan ini yg diambil, dsbnya. Org dewasa itu tdk membuat bingung org lain tp membuat org lain merasa nyaman di dekatnya.
Menjd dewasa hrs menjauhkan hal-hal kekanak-kanakannya, spt tdk lg memakai baju sewaktu anak-anak krna sdh tdk muat dan tdk pantas lg utk dipakai. Org yg blm sadar utk hrs menjd dewasa adalah org yg sengaja membuat dirinya trs menjd kanak-kanak dg segala konsekuensinya, sulit berinteraksi dan bergaul dg org dewasa lainnya. Sebuah kerugian besar jika tdk menjd dewasa krna kita akan tdk akan maju.