Berbagi Dosa

DI 04042015

I Timotius 5:22 NKJV
… nor share in other people’s sins; keep yourself pure.

… juga tidak berbagi dosa dalam dosa-dosa orang lain; jagalah dirimu murni.

Ternyata dosa itu bisa di-share-kan, bkn cuma hal-hal baik yg dibagikan. Makna dr ‘share’ itu bs beragam, mulai dr berbagi, memiliki saham/andil, bersama-sama ada dlm sesuartu.

Jika teman kita sdg marah, apa yg kita buat? Ikut memanas-manasi dia? Jika krna dia marah lalu berbuat dosa, maka ini masuk dlm kategori ‘share’ dosa.

Contoh lain misalnya: ikut-ikutan melanggar rambu lalu lintas krna melihat pengendara lain melakukannya, masuk jalur ‘busway’ atau melawan arus, ujung-ujungnya ditilang polisi, ini jg ‘share’ dosa namanya, ikut-ikutan melakukan dosa yg org lain lakukan. Meskipun kita tdk kenal pengendara lain, jd dosa itu tdk selalu dilakukan bersama dg org yg kita kenal.

Yg paling parah adalah sengaja merencanakan yg jahat bersama-sama krna ‘kebetulan’ pny musuh yg sama, jd dosa korporat atau dosa ‘berjamaah’ dlm istilah lainnya. Ini jg ‘share’ dosa dg sengaja.

Jgn ambil bagian dlm dosa org lain, kita hrs tahu mana yg dosa dan mana yg bukan dosa. Kita pny Alkitab dan hati nurani yg menjd ‘alarm’ ketika keinginan berbuat dosa itu muncul dlm pikiran dan hati kita. Seringkali justru kita sengaja ‘mematikan’ alarm itu dan lebih mengikuti keinginan daging kita. Jgn beralasan kita tdk tahu itu ternyata sebuah dosa, itu krna kita tdk mau tahu ttg semua aturan dan larangan Tuhan.

Menjaga diri kita tetap murni memang tdk mudah, godaan dr luar dlm begitu bnyk dan kuat, kita tetap butuh pertolongan Tuhan utk selalu menguatkan kita melawan keinginan daging kita. Tdk bs mengandalkan kekuatan sndri krna kondisi iman kita sering tdk stabil, kadang naik atau turun, kadang kuat atau lemah. Tetap berjaga-jaga dan berdoa, jgn biarkan benih keinginan dosa ini menguasai hati dan pikiran kita. Selagi msh dlm bentuk keinginan, kita msh pny kesempatan utk ‘mematikannya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.