Kedaulatan Tuhan

DI 24082015

Daniel 3:18
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mungkinkah Tuhan tdk menolong dlm situasi sulit? Pernyataan ketiga org dlm kisah ini spt membuat kita berpikir bhw mrka ‘sempat’ berpikir seandainya Tuhan tdk menolong.

Mgkin kita sdg alami situasi sulit, tekanan sangat berat, didesak kebutuhan, dsbnya, kita sdh lakukan segala yg bisa kita lakukan, sdh berdoa, tp kelihatannya tdk terjd apa-apa, dan sempat terlintas pikiran apakah Tuhan mau menolong kita kali ini, apakah ini sikap yg benar?

Tuhan punya kedaulatan penuh atas hidup kita, termasuk dlm hal memberi pertolongan. Bkn berarti Tuhan memilih-milih siapa yg mau ditolong-Nya, tp Dia bertindak sesuai hukum dan Firman-Nya. Selebihnya itu bergantung pd belas kasihan-Nya, yg tdk layak ditolong, tp akhirnya Dia tolong jg. Kalau hubungan kita dg Tuhan terhalang oleh dosa, maka dosa ini hrs dibereskan dulu baru pertolongan Tuhan akan diberikan.

Kedaulatan Tuhan jg dlm hal cara dan waktu Dia bertindak menolong kita. Kita hanya bs memohon, tp tdk bs mendesak bahkan memaksa Tuhan mengikuti kemauan dan rencana kita. Kita hanya hrs trs percaya dan menantikan waktunya pertolongan Tuhan dtg. Tetap berharap hanya pd Tuhan, bkn pd manusia. Di jedah waktu menunggu ini seringkali iman dan kesabaran kita diuji. Hingga sampai waktu tertentu, pertolongan Tuhan akhirnya dtg jg.

Bgmna jika Tuhan tdk menolong kita? Koreksi diri, mgkin Tuhan sdg mengajar kita sesuatu hal, ikuti saja apa yg Tuhan atur bagi kita, ujungnya selalu baik meskipun Tuhan sptnya ‘terlambat’ menolong kita. Tetap percaya dan jgn kehilangan iman, bertahan dlm situasi sulit, Tuhan tahu semuanya, Dia mengasihi dan menolong kita.

Tdk ada mujizat tanpa situasi yg tdk normal, Tuhan ingin kita alami apa yg kita baca di Alkitab, spya kita tahu bhw Firman Tuhan itu hidup dan berkuasa.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.