Hukuman Tuhan

DI 26082015

Daniel 5:30
Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.

Tidak jelas dicatat sebab terbunuhnya raja Belsyazar, apakah dibunuh oleh seseorg dlm istananya atau Tuhan menyuruh malaikat-Nya utk membunuhnya, tp ini jd sebuah peringatan bagi kita.

Mgkin ada org yg sekarat yg dirawat di rumah sakit, itu disebabkan krna Tuhan menghukumnya. Tujuannya spya ada kesempatan utk bertobat, namun mgkin ada yg tdk mau bertobat, akhirnya mati dlm keadaan yg kurang baik.

Tuhan tegur karna Dia menyayangi kita, tdk menghendaki kita binasa sia-sia. Biasanya sakit penyakit Dia pakai utk kita ‘terpaksa’ merenungkan semuanya saat hanya bs terbaring lemas tak berdaya. Hasil perenungan yg dilandasi kerendahan hati akan membw pd pertobatan sejati. Dulu sibuk cari uang dan berbisnis, Tuhan buat semuanya bangkrut spya bs pny waktu yg bnyk utk membangun hubungan dg Tuhan. Spya lebih perhatian pd kekuarga, dibebaskan dr cinta uang.

Sekali dua kali ditegur Tuhan blm mau bertobat, maka hukuman diberikan hingga sampai batas tertentu, Tuhan mengambil nyawanya. Utk sebuah kesalahan yg fatal, menyombongkan diri di hadapan Tuhan, jgn kita bermain-main apalg ‘cuek’ terhadap teguran Tuhan. Tuhan tdk suka jika ada yg meremehkan arti sebuah pertobatan.

Jgn gegabah dlm menjalani hidup ini, ingat bhw semuanya itu berasal dr Tuhan. Kita diberi kepercayaan utk mengelola dan menikmati. Jgn ambil keputusan sembarangan, jgn gunakan kekuasaan utk menguntungkan diri sndri, rendahkan diri di hadapan Tuhan.

Tuhan menilai semua yg kita katakan, pikirkan dan perbuat. Semuanya akan dipertanggung jwbkan pd Tuhan. Jgn merasa krna kita hebat, kaya, dsbnya, lalu kita bebas bersikap semaunya kita pribadi, kita hidup sbg anak-anak Tuhan, ada aturan dan batasan yg hrs kita patuhi, ada yg boleh, ada jg yg dilarang, jgn berpikir bhw semuanya bs kita atur. Jgn bersikap ‘kurang ajar’ terhadap Tuhan, hormati dan taat sepenuhnya. Jgn melanggar

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.