Waktu Untuk Tuhan

DI 14092015

Imamat 23:24
“Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus.

Tahun dlm kalender Israel baru saja memasuki tahun 5776 yg disebut sbg tahun ‘Ain Vav’, disebut sbg ‘Rosh Hashanah’ dan ‘the Head of the year’. Setiap tgl 1 bulan ke-7 (Tishri) diperingati sbg Rosh Hashanah yg ditandai dg peniupan shofar/sangkakala. Tahun ini Rosh Hashanah bertepatan dg tgl 14 September 2015 dimulai sejak matahari terbenam di Israel tgl 29 Elul 5775 atau tgl 13 September 2015 malam.

Ayat ini memerintahkan bangsa Israel di hari itu mengadakan ‘istirahat Sabat’ yaitu meskipun bkn hr Sabat, tp diperingati dg tdk melakukan pekerjaan yg berat persis spt ketika hari Sabat. Bnyk menyediakan wkt utk berdoa dan intropeksi diri selama 10 hari hingga hari raya Pendamaian (Yom Kippur) tiba.

Sbg org Kristen kita memang tdk scra khusus merayakan Rosh Hashanah, tapi ada hal baik yg juga bisa kita lakukan di hari-hari ini: mengintropeksi kehidupan kita dan bnyk menyediakan waktu bagi Tuhan. Evaluasi hidup kita bkn setahun sekali, tp setiap hari, sblum hari berganti, biasakan utk berdoa dan minta pendamaian dg Tuhan. Setiap hari pasti ada dosa dan pelanggaran yg kita lakukan, kita hrs segera membereskannya spya hubungan kita dg Tuhan jgn terganggu. Selain mengucap syukur setiap hari, jgn lupa berdamai dg Tuhan dan sesama.

Menyediakan waktu utk Tuhan sangat penting, krna Dialah sumber hidup kita. Spt pipa PAM, mengalirkan air dr sumbernya ke rumah kita, kalau pipanya bocor, aliran air ke rumah kita akan terganggu, mgkin tdk ada air yg mengalir ke rumah kita. Doa menghubungkan kita dg Tuhan, kalau waktu-waktu doa kita ‘bolong-bolong’ maka apa yg Tuhan sediakan bagi kita bs terlambat kita terima. Doa itu hal sederhana tp besar dampaknya. Jgn malas berdoa, jgn hanya berdoa saat butuh saja

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.