DI 15092015
Lukas 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Sptnya agak mengherankan bila kita cermati, Yesus lebih bersikap ‘ramah’ terhadap masyarakat biasa dibandingkan terhadap para ahli Taurat dan golongan keagamaan. Tentu secara personal ada anggota dr para ahli Taurat yg pny hubungan baik dg Yesus, namun scra umum ada sebuah ‘pertentangan’ dlm berbagai hal.
Para pemungut cukai/pajak dan org-org berdosa suka mendengar pengajaran Yesus. Mereka mendekat kpd Tuhan dg beragam alasan dan tujuan, namun ini sebuah pelajaran jg utk kita. Apa itu?
Tuhan Yesus yang Mahakudus mau berinteraksi atau berdekatan dg org-org berdosa, dan ini dicela oledfh bbrpa org. Bgmna dg gereja dan diri kita pribadi? Apakah gereja ‘membuka pintu’ bagi org-org berdosa utk bertemu Tuhan? Kalau yg berdosa itu org kaya mgkin pintu terbuka lebar, pendeta sampai ‘jemput bola’ mendatangi rumah si org kaya dan melayaninya. Tp kalau yg mau bertobat itu penjahat, org miskin, PSK, penderita HIV/AIDS, kaum waria, dsbnya, blm tentu grja bersikap ramah menyambut mrka. Mrka yg dtg dg tujuan mengenal Yesus seringkali gagal bertemu Tuhan krna gereja dan kita tdk menyambut mrka dtg mendekat pd Tuhan.
Jangan kita justru menjd penghalang utk org berdosa dtg kepada Tuhan, lihatlah kebutuhan mrka akan kasih Tuhan dan pertobatan. Gereja bkn hanya kumpulan org-org kudus, org-org baik dan (mungkin) org-org menengah ke atas, gereja jg kumpulan org-org berdosa, org-org sederhana, yg butuh diampuni dosanya oleh Tuhan. Di hadapan Tuhan, kita semua ‘sama’ yaitu org-org yg berdosa dan telah dibenarkan Tuhan.
Kasih bkn hanya berbuat kebaikan, tp jg ‘menjebatani’ mereka yg butuh Tuhan utk bisa dtg dan mengalami perjumpaan dg Tuhan. Bawalah mrka dtg ke gereja atau persekutuan, jgn merasa diri kita lebih baik dibanding mrka. Kita tdk tahu apa yg akan terjd nantinya, mgkin dr antara mrka ada yg menjd hamba Tuhan.