DI 19092015
Ibrani 11:31 NKJV
By faith the harlot Rahab did not perish with those who did not believe, when she had received the spies with peace.
Oleh iman, Rahab si perempuan sundal tidak binasa bersama dengan mereka yang tidak percaya, ketika dia telah menerima para pengintai itu dengan damai.
Rahab bkn cuma dikenal sbg perempuan sundal, tp jg sbg pengkhianat bagi bangsanya sndri. Dia menyembunyikan dan melindungi mata-mata musuh negaranya sndri, hingga akhirnya negaranya hancur dan dia beserta keluarganya selamat, cari selamat sndri.
Bagi org Yerikho, Rahab itu seorg pengkhianat, tp di mata Tuhan, Rahab melakukan hal yg benar dan tdk ada dlm posisi melawan Tuhan. Rahab memilih pilihan yg tepat utk masa depan diri dan keluarganya.
Kita semua dulu hamba dosa, ketika sadar bhw kita bs lepas dr ikatan dosa, kita mulai membenci dosa dan memberontak terhadap cengkeramannya. Teman-teman berjudi, mabuk-mabukan, perzinahan, dsbnya, mulai kita jauhi, bagi mereka, kita telah ‘berkhianat’ tdk lg mau diajak ikut berbuat dosa lagi, tdk mau dekat mrka lg, dibilang ‘sok alim’ dan munafik, dsbnya. Namun di mata Tuhan pertobatan kita sangat Dia hargai.
Menjd org yg berkenan di mata Tuhan butuh pengorbanan, mulai dr cibiran org lain, dicurigai kita pny maksud tertentu, hrs menyangkal diri dan tdk boleh mengeluh, hrs jd contoh teladan. Dulu kumpul sambil berzinah, mabuk, main judi, skrg menjauh dan tdk berteman lagi. Tdk cukup hanya bertekad jd org baik, tp jg bersiap menentang usaha mrka menarik kembali kita kpd cara hidup penuh dosa. Hrs bersikap tegas dan berani. Memilih yg benar utk masa depan kita sekalipun itu tdk ‘populer’ bagi org lain. ‘Berkhianar’ demi kebenaran dan keselamatan.
Ikan yg mati terbawa oleh arus air, tp ikan yg hidup bs bergerak melawan arus air. Melawan arus kehidupan penuh dosa butuh perjuangan. Ada yg hrs kita tinggalkan, hrs dibuang, hrs diubah, dan hrs dimatikan. Hrs dilakukan atas dasar iman