DI 18092015
Ibrani 11:25 NKJV
choosing rather to suffer affliction with the people of God than to enjoy the passing pleasures of sin,
memilih lebih baik untuk menderita penderitaan dengan umat Tuhan daripada untuk menikmati kesenangan dosa yang tengah lewat
Tdk bs dipungkiri bhw dosa itu memberi rasa senang dan nikmat. Narkoba memberi rasa nikmat hingga membuat org yg mengkonsumsinya kecanduan. Bnyk hal yg adalah dosa membuat org yg melakukannya menjd ‘terikat’ dan susah lepas darinya.
Kalau terang-terangan kita ditawari 2 jenis minuman, yg satu adalah madu, yg lainnya adalah racun, maka kita pasti memilih madu karena kita tahu racun itu membahayakan tubuh kita. Dosa seringkali tdk terang-terangan bisa dikenali sbg dosa, seringkali dosa dikemas dg sesuatu yg kelihatannya baik dan masuk akal. Kalau pasangan hidup kita selingkuh, boleh dan kita balas dg berselingkuh jg. Kalau kita dibohongi, adil dong kalau kita balas berbohong. Masuk di logika tp itu melanggar Firman Tuhan.
Cara kerja dosa merusak hidup kita tdk selalu secara cepat, ada yg perlahan-lahan, tdk kita sadari, suatu ketika baru kita sadar bhw kita telah terjerat olehnya. Spt anak kecil polisi yg mengira pistol ayahnya itu pistol mainan, asal tembak hingga ibunya tewas tertembak. Dosa seringkali dianggap mainan, tp ternyata sangat membahayakan.
Dosa tetaplah dosa, tdk tergantung dosanya tergolong besar atau kecil, berat atau ringan, hrs kita akui di hadapan Tuhan, minta pengampunan dr Tuhan. Dosa yg dibiarkan hanyalah akan membuat kita jatuh ke dalam dosa lainnya. Memelihara dosa sama artinya dg membunuh kehidupan kita perlahan-lahan. Kalau kita sayang terhadap hidup kita sndri, pasti kita melawan keinginan utk berbuat dosa.
Dosa memang punya daya tarik, kita hrs waspada, bahkan sesuatu yg dilakukan oleh bnyk oegpun bs saja itu dosa di mata Tuhan. Dunia sdg menuju akhir dr kehancurannya, berbuat dosa dianggap sesuatu yg normal utk dilakukan