DI 22092015
1 Timotius 1:19 NKJV
having faith and a good conscience, which some having rejected, concerning the faith have suffered shipwreck,
mempunyai iman dan hati nurani yang baik, yang mana beberapa telah ditolak, berkenaan dengan iman yang menderita karam kapal
Kapal yg karam bs disebabkan bnyk hal, mgkin habis bahan bakar, pengaruh cuaca buruk, dsbnya. Kapal tdk sampai di tujuan seharusnya, tp terpaksa karam di tempat lainnya.
Iman yg keadaannya spt kapal yg karam, disebabkan krna org itu menolak hati nuraninya yg baik. Tuhan bcra secara umum melalui suara dr hati nurani setiap manusia, contoh sederhananya adalah ketika kita tergoda utk berbuat dosa, dr dlm hati nurani kita ada ‘suara’ yg mengingatkan utk jgn melakukannya. Tp mengapa akhirnya berbuat dosa jg?
Kita pernah memasang alarm spya kita bangun pagi sesuai wkt yg kita inginkan. Pertama kali pasang alarm, kita bs langsung terbangun dan bersiap-siap. Tp jika sdh seminggu pasang alarm, telinga kita bs ‘kebal’ dg bunyi alarm, tdk langsung bangun, tp mgkin 10 menit kemudian br bangun. Setelah sebulan pasang alarm, ketika alarm berbunyi, tangan kita bs dg sengaja mematikan alarm. Ini krna sdh ‘kebal’ dg bunyinya.
Pertama kali buat dosa, menyesal sekali, dua tiga kali masih menyesal. Hingga sepuluh kali buat dosa yg sama, sdh tdk menyesal lagi. Hati nurani sdh tdk membunyikan ‘alarm takut berbuat dosa’, kita merasa biasa saja. Yg sebenarnya dosa, kita anggap hal biasa.
Iman bkn hanya sekedar percaya pd Tuhan, tp jg takut akan Tuhan. Kalau takut akan Tuhan tdk ada lg dlm hidup seseorg, maka iman org itu jg ‘lumpuh’, tdk berfungsi dan tdk menghasilkan apa-apa. Sulit percaya pd Tuhan krna dirinya terikat dg dosa. Awalnya dia percaya dan berjalan menuju surga, tp dlm perjalanan hidupnya ada ‘badai’ dan kehabisan ‘bahan bakar’, bnyk masalah dan godaan, hubungan dg Tuhan tdk baik, hingga akhirnya keluar dr jalan menuju surga, tp akhirnya karam di neraka