Gangguan Iblis

DI 29092015

1 Tesalonika 2:18 NKJV
Therefore we wanted to come to you–even I, Paul, time and again–but Satan hindered us.

Karena itulah kami ingin untuk datang padamu — bahkan aku, Paulus, berkali-kali dan lagi — tapi Satan merintangi kami

Hanya ada 2 pilihan posisi kita di dunia : menyembah Tuhan atau menyembah iblis. Menyembah Tuhan berarti kita menjd musuh dan target iblis, krna iblis tdk senang kalau kita menyembah Tuhan, iblis tdk senang kita berdoa pd Tuhan, iblis tdk senang kita tekun beribadah, iblis tdk senang bisnis kita maju, iblis tdk senang keluarga kita bahagia, dsbnya.

Rasul Paulus berusaha berulang kali dtg ke Tesalonika, namun selalu iblis merintangi. Setiap perbuatan kita yg dampaknya memuliakan Tuhan akan selalu coba digagalkan oleh iblis, kita percaya ada dlm perlindungan Tuhan yg sempurna selama hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Apa saja bentuk rintangan iblis? Ini di antaranya:

* gangguan kesehatan : penyakit, sakit tiba-tiba
* percobaan membuat kecelakaan lalu lintas terhadap kita
* godaan rumah tangga : selingkuh, sex tdk wajar, cekcok hal sepele, dll
* membuat kita kaya raya krna cinta uang, tdk butuh Tuhan
* membuat kita sibuk bekerja, terlalu cinta pasangan (posesif), egois, dll
* mengintimidasi kita : teror, ketakutan, ancaman, serangan scra roh, jiwa dan fisik
* memecah belah kita : gosip, fitnah, tdk puas, perselisihan, dll
* tawaran duniawi : cepat kaya, cepat dpt jodoh, cpt naik jabatan, dsbnya
* masih bnyk lg

iblis tdk senang kita melayani Tuhan, dia memasukkan berbagai alasan di pikiran kita yg membenarkan kita utk tdk melayani : “Buang-buang waktu saja, ntar waktu habis buat plynan ini itu, emang dpt apa dr plynan? Mendingan menikmati hidup, cari duit kan biar dinikmati, lagian liat tuh yg ud plynan aja hidupnya gak beres, huh …”

Hidup memang hrs seimbang, roh, jiwa dan tubuh hrs terpenuhi kebutuhannya masing-masing. Hubungan dg Tuhan dan sesama jg hrs seimbang

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.