DI 30092015
1 Tesalonika 2:11 NKJV
as you know how we exhorted, and comforted, and charged every one of you, as a father does his own children,
sebagaimana kalian tahu bagaimana kami mendorong, dan menghibur, dan membebankan setiap dari kalian, sebagai seorang ayah memperlakukan anak-anaknya sendiri.
Menjd bapa rohani memang tdk selalu yg lebih tua secara usia, tp yg menjd acuannya adalah: kedewasaan rohani, kematangan karakter Kristus serta kasih Tuhan dlm dirinya. Bs memang orgnya matang secara usia, tp mgkin jg dia org yg lebih muda usianya. Tambahannya adalah org itu hrs pny otoritas rohani yg legal dr Tuhan sendiri.
Pertama, bapa rohani hrs mendorong anak-anak rohaninya. Mendorong biasanya ke arah depan, seorg bapa rohani hrs mendorong anak rohaninya utk ‘maju’ dlm bnyk hal. Bs dlm pengetahuan, pengembangan bakat, cara mengatasi mslah, dsbnya. Menimbulkan minat anak rohani utk bertumbuh dan dewasa.
Kedua, menghibur anak-anak rohaninya. Hiburan di saat sedih dan duka, jg hiburan dlm bentuk moment kegembiraan bersama. Memberi semangat dan menunjukkan sisi lain yg tdk terlihat oleh anak rohaninya. Menyediakan waktu khusus utk sharing scra pribadi, tdk menghakimi tp menegur dlm kasih. Pny kemampuan menurunkan tekanan stress yg dialami anak rohaninya.
Ketiga, membebankan anak rohaninya. Bkn utk menyusahkan, tp melatih utk bertanggung jwb dg membebankan dan mempercayakan tugas, mulai dr yg sederhana, sampai hal yg besar. Mgkin terasa spt beban, tp saat nantinya dia mengerti, maka semua dikerjakan dg sukacita. Jgn malah memanjakan anak rohani, itu tdk mendidik, hrs seimbang antara mengasihi dan mendidik mrka.
Menjd bapa rohani bagi org lain itu sebuah kehormatan, skrg mgkin masih anak rohani, suatu saat akan jd bapa rohani, itu bukti rohani kita bertumbuh dan telah dewasa. Tak ada bapa rohani yg sempurna selain Bapa di surga, tp itu bkn alasan kita utk menolak tugas membimbing org lain utk dewasa rohaninya