Topeng Rohani

DI 07102015

Yohanes 12:5-6
“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Kejahatan bkn hanya ditemukan di luar gereja, bahkan di dlm gerejapun bnyk ditemukan bnyk kejahatan. Tentu msh ada gereja yg ‘bersih’, jd tentu tdk bs disama ratakan kondisi semua gereja, kasus per kasus.

Mulai dr level para pemimpin gereja, bahkan yg berpredikat ‘hamba Tuhan senior’, hingga level pelayan Tuhan, ditemukan berbagai jenis kejahatan : penyalah gunaan keuangan gereja, memanipulasi jemaat utk tujuan tertentu, perselingkuhan, perebutan posisi pemimpin, dsbnya. Bahkan dlm sidang sinode gereja, para pendeta ‘berantem’ dan saling caci maki, walaupun tdk semua peserta sidang sinode bersikap begitu tentunya. Inilah realita gereja.

Sejak zaman dulu dlm Rumah Tuhan telah terjd kejahatan, spt kedua anak imam Eli di zaman Samuel hidup, bahkan salah satu murid utama Tuhan Yesus yaitu Yudas Iskariot, tercatat sbg seorg pencuri, mencuri uang kas rombongannya sndri. Dan seringkali pelaku kejahatan dlm grja adalah mrka yg kelihatannya sangat rohani, berwibawa, selalu bcra Firman Tuhan, aktif melayani, dsbnya.

Jgn kita merasa ‘alergi’ terhadap gereja dan para hamba dan pelayan Tuhan, masih bnyk yg tetap ‘bersih’ dan pny kesaksian hidup yg baik. Mrka tdk memakai ‘topeng rohani’ spya bs menipu org. Kerohanian mrka teruji dan pny ketulusan hati. Tp tetap saja mrka itu manusia biasa, bs jatuh dlm dosa bila kurang pengendalian diri dan tdk waspada. Tuhan Yesus saja dicobai iblis sblum mulai melayani, apalg hamba-hamba Tuhan, jg pasti dicobai iblis. Ada yg menang, ada jg yg kalah, yg kalah akhirnya jatuh dlm dosa dan berbuat kejahatan.

Doakan para hamba dan pelayan Tuhan di gereja kita masing-masing

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.