Salah Bersekutu

DI 12102015

2 Tawarikh 20:35, 37
Kemudian Yosafat, raja Yehuda, bersekutu dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya.
Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.

Sebuah pelajaran berharga kita temui dlm kisah raja Yosafat, seorg yg takut akan Tuhan, namun karena bersekutu/bekerja sama dg raja Ahazia, seorg yg sangat berlaku fasik, apa yg mereka kerjakan ditentang Tuhan dan dibuat gagal. Hancur berantakan.

Dlm dunia bisnis dan berdagang, berhati-hatilah ketika kita ingin bermitra atau bekerjasama dg pihak lain, bkn sekedar perhitungan untung-rugi scra bisnis, tp pertimbangkan jg bgmna karakter dan cara hidup org itu, apakah dikenal sbg org baik dan jujur, bisa dipercaya, dan paling penting: dia bukan org yg fasik, bkn org yg tdk peduli aturan dan memakai cara-cara yg bertentangan dg Firman Tuhan.

Sulit menilai org dr ‘luarnya’ dan dlm jangka waktu singkat, bawalah dlm doa pd Tuhan ttg rencana kerjasama yg ingin kita buat, minta petunjuk dan perkenanan Tuhan. Kalaupun nanti gagal, mgkin saja Tuhan batalkan demi kita tdk mengalami hal yg buruk di masa depan. Ini wujud perlindungan Tuhan atas ‘ladang’ bisnis kita.

Mgkin org dunia pny ungkapan : org ini bawa hoki, mgkin ada benarnya. Ahazia tdk membawa ‘hoki’ buat Yosafat, krna dia hidup sangat fasik, merugikan dan mgkin org dunia bilang membawa ‘sial’. Itu pandangan org dunia, tp dr sisi Firman Tuhan, kita jgn bersekutu dan bekerja sama dg org fasik, org yg tdk takut akan Tuhan. Jgn sampai Tuhan murka krna kita salah memilih mitra usaha/bisnis, seleksilah dg benar dan minta petunjuk Tuhan agar nantinya mrka yg kita pilih bermitra itu jg ‘disetujui’ Tuhan, akibatnya usaha atau bisnis kita menguntungkan dan bertumbuh baik. Lebih baik sabar sedikit drpd keburu nafsu cepat-cepat buka usaha patungan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.