DI 31102015
Obaja 1:3
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?”
Apa bedanya bangga dg kesombongan/angkuh/congkak? Keduanya memang disebabkan oleh sesuatu yg sangat berharga atau bernilai, misalnya ada prestasi yg dicapai, ada banyak harta yg dimiliki, ada status sosial yg tinggi, dsbnya, yg membedakan keduanya adalah : menilai diri sndri ‘lebih’ dr org lain.
Ada org yg bangga tp tetap rendah hati. Coba Anda nilai contoh ini : Ada org yg terbilang sangat kaya, biasa selalu ‘mentraktir’ makan org lain yg hidupnya sangat sederhana dg makanan yg ‘mahal’. Suatu saat salah seorg temannya ingin membalas ‘mentraktir’ si org kaya ini dg mengajak makan di tempat yg tergolong sederhana. Kalau si org kaya ini menolak ditraktir makan temannya dg pikiran bhw seharusnya dia yg mentraktir, menurut Anda, dia sombong atau tdk?
Kadang kita berpikir hrs selalu ‘memberi’ dg alasan lebih baik memberi drpd menerima/diberi, lalu ketika kita ada dlm posisi sbg yg diberi, kalau kita menolak pemberian ini, bs jd ini sebuah bentuk kesombongan yg tdk kita sadari ada dlm diri kita. Kalau kita diberi sesuatu yg kualitasnya di bawah standart yg kita gunakan, jgn tolak, terima saja. Apakah itu nantinya kita tdk pakai/nikmati, atau kita berikan pd org lain, tdk masalah, yg penting terima pemberian org lain, itu bukti kita rendah hati dan menghargai perhatian org lain terhadap kita.
Bangga boleh, tp lebih baik jangan ‘pamer’, jgn membuat org lain iri hati dan merasa direndahkan. Banggalah dg sikap sewajarnya, bangga boleh tp jgn menghina apa yg dimiliki org lain. Semua yg kita punya itu berasal dr Tuhan, kalau Tuhan tdk berkenan, semuanya bs diambil dlm sekejap mata. Kalau diberkati Tuhan dg harta kekayaan, jgn jd sombong, tdk lg mau bergaul dg org yg dulu sama-sama susah