Roh Tuhan Bersyafaat

DI 07112015

Roma 8:26 NKJV
Likewise the Spirit also helps in our weaknesses. For we do not know what we should pray for as we ought, but the Spirit Himself makes intercession for us with groanings which cannot be uttered.

Demikian pula Roh itu juga membantu di dalam kelemahan-kelemahan kita. Karena kita tidak tahu apa yang kita harus doakan untuk sebagaimana kita semestinya, tapi Roh itu sendiri membuat perantaraan bagi kita dengan erangan-erangan yang tidak dapat diucapkan.

Ada saat-saat di mana kita berhadapan dg kelemahan-kelemahan diri kita, sulit rasanya berdoa, sulit rasanya mengalami hadirat Tuhan, sulit percaya pd Firman Tuhan. Dlm keadaan normal kita tahu apa yg hrs didoakan, namun saat panik dan tekanan menghimpit kita, sulit berdoa dan mengucapkannya. Di saat inilah kita dibantu Tuhan.

Tuhan menjd perantara antara kita dg diri-Nya sndri. Mgkin aneh kita membacanya, tp ayat di atas berkata demikian. Roh Kudus membantu saat kelemahan menghadang kita. Tp sangat unik caranya: dg mengerang tp tdk bs diucapkan. Bkn kita yg mengerang, tp Roh Kudus.

Mengerang pasti ada suaranya, mgkin merintih hingga menjerit keras, tp ayat ini menulis erangan ini tdk dpt diucapkan. Apa artinya?

Spya kita mengerti, pelajari contoh ini: ada 2 pihak yg berkonflik, si A curhat pd si C tentang keburukan si B, krna si A dan B ribut. Si C pny inisiatif mendamaikan A dg B, perkataan buruk si A ttg si B ‘disimpan’ si C ketika bertemu dg si B. Jd B tdk tahu si A menjelekkan dirinya. Akhirnya keduanya bs didamaikan tanpa si B tahu si A pernah berkata buruk ttg dia.

Erangan yg tdk bs diucapkan, itulah perkataan sia-sia kita saat kita lemah, mgkin kita menyalahkan Tuhan, kita sempat berkata Tuhan sengaja membuat kita jatuh, dsbnya. Roh Kudus tahu itu dan Dia sengaja menyimpan perkataan kita yg sia-sia itu ketika diri-Nya bcra dg Bapa dan Tuhan Yesus ttg kita. Tujuannya spya jgn murka Tuhan tertimpa atas kita nantinya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.