DI 09112015
Roma 8:18 NKJV
For I consider that the sufferings of this present time are not worthy to be compared with the glory which shall be revealed in us.
Karena aku mempertimbangkan bahwa penderitaan-penderitaan masa sekarang ini tidak layak untuk dibandingkan dengan kemuliaan yang mana akan dinyatakan di dalam kita.
Selama kita hidup di dunia, akan kita temukan bnyk penderitaan yg telah dan mgkin akan kita alami, bentuk penderitaannya beragam: mengenai kemiskinan, sakit penyakit, keluarga yg hancur, tekanan jiwa, dsbnya. Setiap org mengalami penderitaan, hanya jenisnya yg berbeda.
Rasul Paulus mempertimbangkan bhw penderitaan yg dialami tdk sebanding dg kemuliaan yg akan dialami. Pemahaman spt ini membuat org tetap mampu bertahan dan menanggung penderitaannya, semua penderitaan pasti ada masa habisnya, tdk selamanya akan menderita.
Yg akan diterima itu nilainya jauh melebihi penderitaan yg sdg dialami. Spt seorg ibu yg hendak melahirkan, memang sangat sakit, tapi demi bayinya bs keluar, rasa sakit itu tetap dijalani hingga akhirnya bayinya lahir dg selamat. Rasa sakit yg dirasakan terobati ketika melihat bayinya lahir dg sempurna. Tdk apa menderita sebentar demi kebahagiaan puluhan tahun.
Memang berat ketika mengalami penderitaan, emosi spt tdk stabil, pikiran putus asa, kehilangan damai sejahtera, dihina org, dihakimi org lain, dijauhi bnyk org, dsbnya. Selama penderitaan ini bagian dr proses Tuhan dlm hidup kita, jgn kita mengeluh trs menerus, percaya ujung atau akhir dr penderitaan yg kita alami adalah sesuatu yg mulia. Org lain mgkin berkomentar yg tdk enak didengar, sabarlah menghadapinya, jgn kita balas menjelekkan mrka. Yg mrka ucapkan hrs dipertanggung jwbkan sndri pd Tuhan. Balaslah dg berdoa memberkati mrka dg hati yg tulus.
Yg akan kita alami saat penderitaan itu berakhir akan sangat membahagiakan kita. Spt menanam 1 biji buah, maka nantinya buah yg dihasilkan berlipat-lipat jumlahnya