Jangan Berhenti

DI 24112015

Lukas 12:19
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

Memahami perkataan Yesus ttg hal ini memang tdk mudah, jgn salah mengerti mengapa Yesus mengatakan sesuatu yg kedengarannya kita dilarang untuk menimbun kekayaan. Jd bgmna kita memahaminya?

Kalau kita bekerja/berbisnis atau mencari kekayaan hanya utk diri sndri, hanya utk bersenang-senang, ini yg salah. Tentu kita hrs memenuhi kebutuhan hidup kita: makan minum, pakaian, tempat tinggal, bayar tagihan bulanan, membayar biaya sekolah anak-anak, dsbnya. Jika penghasilan yg kita dpt itu jauh melampaui yg kita butuhkan, Tuhan ingin kita bijak menggunakannya.

Tuhan tdk ingin jiwa kita ‘santai’ artinya tdk terus berfungsi menghasilkan sesuatu. Dlm jiwa ada pikiran, perasaan dan kehendak. Ayat di atas menulis bhw jiwa diistirahatkan krna sdh bnyk harta benda, bayangkan kalau kita berhenti berpikir, kemudian perasaan kita tdk peka akan keadaan org lain, dan kehendak/keinginan kita tdk mau apa-apa lagi, ini sama saja kita ‘mati’ selagi hidup, tdk berbuat apa-apa utk masa depan dan memberkati org lain.

Seberapa lama harta yg kita punya bisa menyenangkan hati kita? Kalau kita diberi kelimpahan, bkn berarti itu utk kita nikmati sendirian, ada bagian yg Tuhan ingin berikan pd org lain melalui kita, ada bagian yg terus menerus menjd ‘benih’ yg kita tabur, ada bagian yg menjd ‘talenta’ yg hrs kita kelola dg benar shga menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Ada bagian yg kita berikan utk Tuhan sbg persembahan, dsbnya. Dlm hal keuangan, Tuhan jg meminta pertanggung jwban penggunaannya dr setiap kita.

Menghibur diri dg harta yg kita miliki itu tdk salah, tp ingatlah juga dg harta kita, kitapun bs menghibur org lain. Belajar utk trs mengelola keuangan dg benar, berapapun jumlah uang yg Tuhan percayakan kita kelola. Jiwa kita jgn ‘santai’

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.