Habiskan Marahmu

DI 16122015

Efesus 4:26 NKJV
“Be angry, and do not sin”: do not let the sun go down on your wrath,

“Marahlah, dan jangan berbuat dosa”: jangan biarkan matahari terbenam di atas kemurkaanmu,

Apa hubungannya marah dg matahari terbenam? Di perhitungan wkt Israel, pergantian hari ditandai oleh matahari terbenam, bkn tengah malam spt negara lainnya. Zaman dulu blm ada mall, karaoke, dsbnya, jd siang hari utk bekerja, malam hari utk beristirahat. Mgkin jalanan sepi di malam hari, masing-masing dlm rumahnya bersama keluarga.

Marah itu bkn dosa, ada saatnya kita ‘wajib’ marah, tapi jgn kelamaan marahnya. Beda antara marah dan murka adalah pd level marahnya, marah masih bs mengendalikan diri sepenuhnya, tp murka itu sangat marah dan emosi yg lebih dominan menguasai diri. Jd maksudnya, jgn yg tadinya marah biasa berkembang menjd murka dlm satu hari itu. Bgmna caranya bs ‘menge-rem’ kemarahan kita? Dg cara tdk berbuat dosa.

Org yg marah biasanya merasa pny hak utk berbuat apa saja terhadap org yg dimarahi. Tdk heran kita dgr atau lihat sndri org yg marah kemudian memukul, menggampar hingga menganiaya scra fisik. Boleh mendisiplinkan dg pukulan, tp ada batasnya, boleh marah tp jgn sampai ‘merobek’ hati org lain. Jgn buat ‘api’ marah kita membesar, tp bila selesai marah, jgn marah lagi.

Jgn juga melampiaskan kekesalan dg memarahi org yg sbnarnya tdk bersalah atau berbuat kesalahan yg kecil saja, mumpung bisa marah, org lain jd pelampiasan. Dimarahi bos kita ‘balas’ dg memarahi bawahan kita. Ini perbuatan yg tdk terpuji, tdk sanggup balas memarahi lalu org lain jd sasaran kemarahan kita. Lebih parah lagi, kita tdk minta maaf sesudahnya, krna kita merasa ‘lebih’ pantas dihormati, tdk usah minta maaf, org lain hrs maklum. Ini jahat dan tdk memuliakan nama Tuhan.

Kalau memang hrs marah, ya marahlah, tp jgn makin marah, kendalikan diri, selesaikan hari itu juga, drpd kita tdk bisa tidur, org lain jg tdk bs tidur krna hatinya dendam

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.