Mendeteksi Kebohongan

DI 23122015

Kisah Para Rasul 5:4 NKJV
… You have not lied to men but to God.”

… Kamu telah berbohong bukan pada manusia, tapi kepada Tuhan,

Kisah matinya suami-istri Ananias dan Safira krna mendustai Tuhan menjd sebuah pelajaran bagi kita. Bgmna Petrus tahu mrka berbohong? Bkn krna Petrus tahu, tp krna dia penuh Roh Kudus. Setelah pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2) maka Petrus bisa mendeteksi kebohongan seseorg.

Salah satu sifat Tuhan adalah Mahatahu, tdk ada yg Dia tdk tahu. Kalau Tuhan ada di dlm kita (penuh Roh Kudus), tdk heran kita bs tahu seseorg itu bohong atau tdk. Kita bs tahu org itu berniat jahat atau tdk terhadap kita. Kita tdk tertipu.

Penuh Roh Kudus bkn soal manifestasi yg ‘heboh’ spt tangan bergetar, tubuh bergoyang tanpa terkendali, rebah, dsbnya. Penuh Roh Kudus itu soal Tuhan bekerja dlm hidup kita. Dari manusia biasa menjd ‘manusia Roh’, Tuhan nyata dlm hidup kita. Anak berkata bohong, kita bs tahu, org mau tipu, kita bs tahu, apa yg ada dlm hati dan pikiran seseorg bs terdeteksi dg hasil yg akurat, bkn kira-kira.

Bnyk manfaat kalau Tuhan ‘hidup’ dlm diri kita, yg org perbuat terhadap kita, dihitung org itu berbuat pd Tuhan. Ada perlindungan dan pembelaan Tuhan bagi kita. Bkn sekedar utk pelayanan, tp dlm keseharian kita, Roh Kudus akan memberitahukan kita bnyk hal. Mulai dr hal yg sederhana, hingga hal yg kompleks.

Penuh Roh Kudus bkn utk ‘gagah-gagahan’, bkn utk pamer karunia dan kedudukan, tp utk menjd berkat bagi sesama. Ketajaman indera dan karunia yg dimiliki bkn utk komersil atau menakut-nakuti org lain, tp utk membangun, menguatkan dan menghibur org yg membutuhkan pelayanan kita. Semuanya hanya utk kemuliaan Tuhan, bkn utk adu karunia, siapa yg lebih hebat. Penuh Roh Kudus bkn ditandai dg ‘bahasa lidah’ yg indah dan lama, tp ditandai oleh karakter Tuhan yg nampak dlm karakter kita. Penampilan luar seseorg bs ‘wow’ tp yg di dlmnya blm tentu bagus

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.