DI 30122015
2 Korintus 2:7 NKJV
so that, on the contrary, you ought rather to forgive and comfort him, lest perhaps such a one be swallowed up with too much sorrow
sehinga, pada sebaliknya, kalian lebih harus untuk mengampuni dan menghibur dia, supaya jangan menjadi seperti seseorang yang ditelan dengan sangat banyak menderita
Mgkin kita pernah melihat seseorg yg membuat kesalahan fatal shga membuat suasana atau sesuatu menjd berantakan, kacau dan gagal, atau mgkin kita sndri yg mengalaminya. Rasanya kesal, marah, kecewa, sampai kita tdk tahu hrs bersikap bgmna lagi.
Rasul Paulus menasehatkan spya terhadap org yg membuat kesalahan dan mendukakan hati kita atau hati bnyk org, utk memberi pengampunan dan memberikan penghiburan, tujuannya spya jgn dia tenggelam oleh rasa bersalah yg mendalam. Kalau org itu tdk kuat mentalnya, setelah dia dimarahi, disindir, dsbnya, dia bs menjd nekad melakukan hal yg negatif, bahkan mgkin sampai bunuh diri.
Mengoreksi kesalahan itu harus, memarahi dlm batas normal juga wajar, tp jgn sampai kita mengeluarkan perkataan yg ‘mematikan’ mental dan semangat org itu. Beban mental yg dia tanggung sbg org yg membuat semuanya gagal total, kacau, sdh cukup membuat dia tertekan. Sebaiknya kita berikan pengampunan dan hibur dia, bangkitkan kembali semangatnya dan mental ‘down’nya hrs diatasi. Setiap kita pernah buat kesalahan, kitapun bkn org yg sempurna.
Kalau kita sbg org yg berbuat kesalahan fatal, lakukan hal yg sama: ampuni diri sndri dan hibur diri kita. Sadari bhw drpd menyesal trs menerus lebih baik kita mencoba membenahi apa yg disebabkan oleh kesalahan yg kita buat, tunjukkan bhw kita org yg bertanggung jwb atas apa yg telah kita buat. Lakukan apa yg kita bisa sekalipun itu tdk mengembalikan suasana menjd spt semula. Jgn tenggelam oleh penghakiman diri sndri, jgn ‘mengutuki’ diri sndri, tp hiburlah diri dg memperkatakan perkataan positif pd diri kita sndri, tetaplah bersemangat