DI 15012016
Keluaran 18:24
Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.
Mengerjakan sesuatu scra perorangan beda dg scra team, dlm kisah ini Yitro sbg mertua dr Musa memberikan sebuah nasehat spya Musa menetapkan bbrpa pemimpin utk membantu Musa menjalankan tugasnya. Dan Musa mendengar nasehat ayah mertuanya.
Punya rasa kasihan saja blm cukup utk menolong org lain, rasa kasihan hrs disertai dg hikmat dr Tuhan utk menyelesaikan masalah yg ada. Jadi bkn cuma kasihan lalu diam tanpa ada usaha utk menolong. Yitro dg tepat memberi nasehat pd Musa, nasehat yg isinya benar, bermanfaat dan tepat utk diterapkan.
Bgmna spya kita bs memberi nasehat yg tepat? Tentu saja bkn asal bicara, tapi kita hrs melihat situasi yg sdg terjadi, kemudian menganalisanya, di mana letak permasalahan yg ada, setelah menemukannya selanjutnya mencari solusi penyelesaiannya. Nasehat yg tepat membantu menyelesaikan masalah yg ada lebih cepat.
Sbg org yg diberi nasehat, kita hrs memberi waktu yg cukup utk mendengar apa isi nasehat itu, jgn potong pembicaraan spya kita bisa memahami scra utuh apa yg disampaikan. Pikirkan dg baik, jika sesuai dg kebenaran Firman, bermanfaat dan bs menyelesaikan keruwetan masalah yg sdg terjadi, ambil nasehatnya dan lakukan sesuai yg disarankan.
Kerendahan hati diperlukan utk bersedia utk dinasehati. Jgn merasa lebih pintar dr org lain meskipun jenjang pendidikan yg kita miliki sdh tinggi. Spt Musa yg sangat berpendidikan krna dahulu menjd anak angkat putri Firaun, mgkin Yitro, mertuanya, tdk setinggi Musa pengetahuannya, namun Musa dg rendah hati mau mendengar dan menerima nasehat yg diberikan ayah mertuanya. Kadang pengalaman itu lebih dapat memberikan solusi dibandingkan pengetahuan. Mgkin jg nasehat itu muncul dr perkataan org yg tdk kita sangka bs menasehati, Tuhan bs pakai siapa saja utk menolong kita menyelesaikan masalah yg ada. Buka telinga kita