DI 16012016
Matius 13:58
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
Mendengar kesaksian org ttg mujizat Tuhan yg dialaminya, mgkin timbul dlm pikiran kita: Mengapa saya tdk mengalami mujizat Tuhan dan knpa dia bisa?
Mujizat memang tdk bergantung pd kemampuan manusia, tp pd kuasa Tuhan. Tapi utk spya mujizat itu terjd dlm hidup kita, diperlukan sebuah ‘percaya’ yg sesuai dg standart Tuhan. Tanpa percaya tdk terjd mujizat Tuhan.
Tdk semua org yg dtg ke gereja memiliki percaya yg penuh akan Tuhan dan ke-Mahakuasa-an-Nya. Buktinya saat menghadapi masalah dan tekanan kehidupan, lebih memilih cara alternatif dibandingkan berseru pd Tuhan memohon pertolongan-Nya. Misalnya saja, kalau ada yg kesurupan roh jahat, panggil paranormal atau berdoa pd Tuhan dan mengusir roh jahat itu keluar?
Membangun kepercayaan pd Tuhan membutuhkan keyakinan bhw Tuhan dan firman-Nya itu benar dan berkuasa. Tuhan membawa kita dr satu pengalaman ke pengalaman lainnya yg level latihan imannya makin tinggi. Dulu sakit flu berdoa akhirnya sembuh, kemudian pd saatnya mendoakan org yg sakit kanker. Dulu dipercaya mengelola uang ratusan juta rupiah, sekarang puluhan milyar. Tapi kalau kita tdk percaya pd Tuhan, hidup kita hanya ‘datar-datar’ saja. Bkn Tuhan tdk mau melakukan mujizat-Nya, tapi kita yg meragukan kemampuan Tuhan. Pikiran manusia yg keliru ttg Tuhan menjd benih ketidak percayaan pd Tuhan.
Kita tahu bhw kita butuh terobosan dlm bnyk hal, sangat diperlukan iman yg teguh dan berani percaya Tuhan melakukan mujizat-Nya. Mgkin org mengomentari kita dan tanpa disadari komentar itu masuk dlm hati dan melumpuhkan iman kita. Kita hrs menyaring apa kata org ttg kita, pny pengenalan akan Tuhan yg baik dan jg berani melangkah mengikuti suara Tuhan. Jgn takut krna Tuhan Yesus menyertai dan menuntun tangan kita. Kadang awalnya tdk kita mengerti, namun saat semuanya telah kita lewati, kita baru mengerti semuanya