Firman Tuhan vs Doktrin

DI 20012016

Matius 16:12
Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

Siapa itu org Farisi dan Saduki? Satu golongan religius dalam Yudaisme yaitu para rabi dan ahli Taurat. Mereka memperjuangkan pengetahuan yang mendasar tentang Hukum Taurat dan tradisi nenek moyang agama Yahudi. Mereka menuntut penafsiran yang paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan Sabat, kebersihan/kekudusan, dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan. Sedangkan org Saduki adalah suatu golongan pemimpin agama Yahudi, yang sebagian besar terdiri dari imam-imam. Mereka mendasarkan pengajarannya pada kelima kitab Musa dan menolak segala adat istiadat yang ditambahkan kemudian. Mereka tidak percaya kepada kebangkitan dan adanya malaikat. Terhadap kebudayaan Yunani golongan ini sangat terbuka.

Jd mrka itu ada yg dari para rabi (pengajar/guru), dan dr para imam, di zaman itu mrka org-org yg mendalami agama namun justru terhadap golongan spt mrka, Yesus memberi peringatan agar waspada terhadap pengajaran yg mrka ajarkan. Farisi mencampurkan agama dg adat istiadat, Saduki mempersempit pengajaran hanya dr 5 kitab Musa, shga ajaran mrka tdk lagi murni 100% Firman Tuhan.

Lebih perlu waspada lg kita yg hidup di akhir zaman, bnyk org waspada soal kpn ‘rapture’ akan terjd, tapi lupa waspada soal doktrin/ajaran sesat dr golongan ‘para rabi dan imam’, yaitu para pengkhotbah yg tdk murni mengkhotbahkan murni 100% Firman Tuhan. Apa benar ada?

Kalau Firman Tuhan punya hanya 1 kebenaran, mengapa bs dipahami berbeda oleh para pengkhotbah atau gereja? Misalnya soal persepuluhan, ada yg mengajar utk memberi ada yg mengajar tdk usah memberi. Juga misalnya ttg menaruh Alkitab di dlm peti bersama jenazah, ada yg jelas melarang, ada yg membiarkan, mana yg benar?

Waspada terhadap pengajaran yg kelihatannya benar tp menyesatkan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.