Mempercayai Doa

DI 28012016

Matius 21:22 Amplified Bible
And whatever you ask for in prayer, having faith and [really] believing, you will receive.

Dan apa saja kamu minta di dalam doa, memiliki iman, dan [benar-benar] mempercayai, kamu akan menerima.

Ada rentang wkt antara kita berdoa meminta sesuatu pd Tuhan dlm doa dengan saat kita menerima apa yg telah kita doakan. Apakah rentang wktnya sebentar, mgkin dlm hitungan menit atau detik, atau hrs sabar menunggu sekian wkt lamanya, ada 2 hal yg hrs kita miliki dan lakukan.

Pertama, memiliki iman. Berdoa itu hrs landasannya adalah iman. Apa beda iman dengan percaya? Kita tahu dan percaya bhw roh jahat dan iblis itu punya kuasa, kita percaya krna Alkitab menceritakannya dan mgkin kita pny pengalaman pribadi dg itu. Tapi kita tdk beriman pd roh jahat dan iblis.

Kalau kita berdoa dg dasar yg salah: didengar ya puji Tuhan, tdk didengar ya tak apalah, kan tdk dilarang utk mengajukan permohonan pd Tuhan melalui doa, maka kita sdh memposisikan diri kita di tempat ‘abu-abu’, bimbang, pasti tdk akan mendptkan yg kita minta. Tdk beriman berarti tdk percaya Tuhan dgr doa kita dan akan menjwbnya, dikabulkan atau tdk, itu kedaulatan Tuhan.

Kedua, hrs mempercayai doa kita. Di sini dipakai kata ‘believing’ bkn ‘believe’. Jd selama menunggu jwban Tuhan, kita trs mempercayai bhw Tuhan telah mendengar doa kita dan memberikan jwban. Ingat ayat ini tdk berkata: kamu pasti menerimanya, tapi kamu akan menerimanya. Kata ‘akan’ itu sesuatu yg bs kita alami di wkt ke depan. Artinya, di wkt ke depan atau nanti, ada kemungkinan bhw kita menerima yg kita minta dr Tuhan. Tapi ada jg kemungkinannya kita tdk menerimanya. Lho, bknkah td hrs beriman?

Kalau yg kita minta tdk sesuai dg kebenaran dan kehendak Tuhan, Dia pasti tdk akan memberi yg kita minta sekalipun berdoa puasa 365 hari dlm setahun. Daud pernah ditolak permohonannya dlm doa puasa hingga anaknya hasil perzinahan dg Batsyeba mati. Apapun jwban-Nya, trmalah

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.