Jangan Buat Kesalahan

DI 30012016

1 Tawarikh 5:1-2
Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.
Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Hak kesulungan seharusnya menjd milik anak pertama laki-laki dlm tiap keluarga di Israel, namun bbrpa kali terjd dlm kisah di Alkirab, anak yg sulung scra kelahiran justru akhirnya tdk mewarisi hak kesulungan dr ayahnya.

Ruben anak sulung Yakub/Israel, tdk menerima hak kesulungannya krna melakukan kesalahan besar yaitu meniduri gundik/isteri ayahnya. Krna membuat kesalahan akibatnya kehilangan hak kesulungan. Ini sebuah peringatan bagi kita bhw jgn sampai kita kehilangan apa yg seharusnya jd hak utk kita miliki yg sbnarnya Tuhan sediakan. Hati-hati dlm bertindak, jgn sekedar mengikuti kata hati dan jalan pikiran yg telah dikuasai hawa nafsu. Memang kita mendpt apa yg kita mau, tp kehilangan sesuatu yg jauh lebih besar nilainya dr yg kita dpt.

Yehuda scra kualitas lebih unggul drpd semua saudara-saudaranya, tp jg dia bkn org yg dipilih utk menerima hak kesulungan. Punya kualitas dan prestasi memang menguntungkan, tp belum tentu menerima yg terbaik. Hak kesulungan akhirnya diberikan pd Yusuf dan keturunannya.

Knpa Yusuf yg dipandang layak menerima hak kesulungan pdhal dia bkn anak sulung? Ada 2 alasan yg bs kita temui dr hidup Yusuf.

Pertama, Tuhan yg merencanakan Yusuf menjd penguasa atas semua saudaranya, dg Yusuf menjd penguasa kedua di Mesir, maka ke-11 saudaranya menjd ‘hamba’ bagi Yusuf. Tuhan ‘merestui’ Yusuf scra legal menjd pemimpin dlm keluarganya. Dimulai dr mimpi semasa mudanya hingga digenapi saat menjd penguasa di Mesir.

Kedua, Yusuf pny kualitas karakter yg baik, dia tdk dendam

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.