Kesetiaan itu Penting

DI 01022016

1 Tawarikh 10:13-14
Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

Tuhan membunuh Saul, org yg dahulu Tuhan pilih sndri utk menjd raja Israel yg pertama. Bukankah Tuhan penuh kasih? Apa dosa Saul sangat tdk bs diampuni?

Tuhan memang penuh kasih, tapi jg Dia tdk boleh dipermainkan. Dlm menjalani jabatannya sbg raja, Saul telah bnyk diperingatkan Tuhan akan kesalahan yg diperbuatnya. Tdk takut ditegur Tuhan malah Saul terlibat okultisme, berhubungan dg kuasa gelap dan ini dipandang Tuhan sbg kesalahan yg fatal, Saul tdk bertobat dan akhirnya Tuhan mengambil keputusan membunuh Saul.

Jgn berpikir gampang minta ampun tanpa didasari pertobatan, ini spt mempermainkan kasih Tuhan. Terlibat okultisme itu sama dg perzinahan di mata Tuhan. Tanya nasib pd dewa dewi, memanggil arwah org mati, tdk mau membangun hubungan dg Tuhan, dsbnya, ini sangat tdk berkenan di hadapan Tuhan.

Memang spt Saul, tdk langsung mati saat mulai tdk setia pd Tuhan dan Firman-Nya, tp perlahan-lahan hidup Saul mulai memburuk, bkn naik tp turun. Kalau hidup kita mulai trs turun perlahan-lahan, lebih baik koreksi diri, mgkin Tuhan sdg melawan kita, segera bertobat, jgn tunda.

“Aku masih kaya koq, sehat, baik-baik saja, tapi memang sih bisnis mulai drop, gampang sakit, suasana rumah mulai tdk nyaman, tapi masih oke koq, gak jd masalah, duit banyak ini.”

Hati-hati, perkenanan Tuhan tdk diukur dr kaya atau miskinnya seseorg. Hanya Tuhan sndri yg menentukan ukurannya, jgn tertipu oleh pujian manusia. Tetaplah setia pd Tuhan apapun kondisi yg kita alami. Jgn percaya Tuhan tp juga percaya peramal, ini sangat membuat Tuhan murka. Jgn main-main dlm hal komitmen kita pd Tuhan, setialah sampai akhir

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.