Penasaran

DI 10022016

Kejadian 19:26 KJV
But his wife looked back from behind him, and she became a pillar of salt.

Tapi isterinya melihat ke belakang dari belakangnya, dan dia menjadi sebuah pilar garam

Kita mengenal sebuah kalimat yg mengumpamakan perselingkuhan: Kamu ya ternyata di belakangku main mata dengan yang lain. Ternyata kisah isteri Lot yg berubah menjd pilar garam mirip dg kalimat di atas.

Memang isteri Lot tdk berselingkuh dg pria lain, namun dia melakukan sesuatu di belakang suaminya, dia menoleh ke belakang melihat kota Sodom dan Gomora sdg dihukum Tuhan. Posisi dia ada di belakang Lot suaminya.

Dlm berumah tangga, tdk selalu pihak suami yg berbuat salah, tp jg bnyk didapati justru dr pihak isterilah yg buat kesalahan. Makna ‘ada di belakang’ bs diartikan tanpa sepengetahuan suami melakukan sesuatu.

Hampir semua kesalahan berawal dr rasa penasaran, ingin tahu, ingin coba-coba bahkan ingin sengaja membuat marah. Suami penasaran dengar cerita temannya sering menang judi akhirnya ingin mencoba keberuntungan berjudi jg. Tanpa sepengetahuan isteri, buka internet lalu ikut judi bola, judi online, dsbnya. Mgkin jg mulai dekat dg teman wanita, akhirnya terjd hubungan gelap.

Mgkin jg isteri pny hobby shoping gila-gilaan. Lihat ada barang baru yg bagus langsung beli, tak ada uang tunai, gesek kartu kredit, akhirnya tagihan kartu kredit membengkak, dana utk membayarnya minim, timbul masalah baru, punya hutang. Mgkin jg isteri punya teman tapi mesra, terlibat perselingkuhan.

Sesuatu yg dilakukan di belakang biasanya tdk baik, tdk ingin ketahuan, atau krna tahu bakal ditolak permintaannya, nekad jg berusaha dg cara lain. Rasa penasaran bs berwujud dlm keinginan mata, ada istilah ‘lapar mata’, tdk tahan melihat barang baru yg bagus, penasaran ingin coba yg org bnyk pakai. Adu pamer, adu gengsi dan mgkin situasi terdesak membuat seseorg berbuat sesuatu di belakang. Terbukalah suami dg istri dlm segala hal spya tdk tergoda

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.