DI 16022016
Kisah Para Rasul 4:1 NKJV
Now as they spoke to the people, the priests, the captain of the temple, and the Sadducees came upon them,
Sekarang sementara mereka berbicara pada orang banyak, para imam, pimpinan Bait Tuhan, dan para Saduki mendatangi mereka.
Tdk semua org Kristen menyukai Firman Tuhan. Mgkin kalimat ini salah? Coba ingat lagi, pernahkah ketika dlm sebuah percakapan dg sesama Kristen, justru kita tdk disukai krna berbicara ttg hal yg berhubungan dg Tuhan?
Mgkin dlm sebuah keluarga yg tiap minggu beribadah di gereja, ketika anak bertanya ttg Alkitab, seringkali orgtua ‘malas’ utk mengajarnya, atau memang krna tdk tahu menahu ttg Alkitab. Ketika anak berkata: “Pa, doa Pa, Tuhan pasti tolong Papa” justru sang Papa mengomeli anaknya: “Doa, doa, memangnya masalah bisa selesai cuma dengan doa? Papa sudah berdoa, tapi mana hasilnya? Tuhan diam saja.”
Bagi sebagian org, Firman Tuhan itu cuma sekedar filsafat kuno, tdk relevan dg realita hidup masa kini. Spt kisah dlm ayat ini, para rasul yg sdg berbicara ttg Firman Tuhan dilarang oleh para imam, pimpinan sinagoga dan para Saduki, org-org yg justru sehari-hari mempelajari Taurat. Sampai di titik para Rasul berbicara ttg Yesus, mrka tdk menyukainya. Hal yg sama mgkin pernah kita alami, mgkin saat bcra ttg iman, malah kita disalahkan dan disuruh diam. Ketika kita sampaikan ttg kejujuran, justru kita tdk disukai.
Jgn pernah berhenti bicara ttg kebenaran Firman Tuhan di manapun kita berada, meskipun mgkin kita mengalami penolakan dan intimidasi. Tdk perlu memaksa org utk mengakui kita benar, tdk perlu sakit hati bila perkataan kita ditolak dan dicemooh, yg penting kita sdh sampaikan kebenaran, suatu saat kebenaran ini akan terbukti, kita hanya menyampaikannya saja.
Tetaplah menyukai kebenaran Firman Tuhan, dan praktekkan dlm keseharian kita. Berilah teladan yg baik, bkn cuma kita bcra saja, tp juga melakukannya. Berani bcra ttg yg benar