Diistirahatkan Tuhan

DI 17022016

Mazmur 127:2 NKJV
It is vain for you to rise up early, To sit up late, To eat the bread of sorrows; For so He gives His beloved sleep.

Adalah sia-sia bagimu untuk bangun lebih awal, untuk duduk hingga larut malam, untuk makan roti kesedihan, karena demikian Dia memberikan yang dicintai-Nya tidur.

Mazmur 127:2
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Terjemahan dlm bahasa Indonesia dlm ayat ini ada kekeliruan, bnyk org salah mengerti ttg ayat ini: Tuhan memberikan berkat-Nya pd waktu kita tidur, pdhal yg dimaksud adalah Tuhan mengatur hidup kita bisa beristirahat sementara kita bekerja keras.

Bbrpa jenis pekerjaan hanya memberi penghasilan sedikit tapi waktu utk bekerjanya banyak, tdk spt org kerja di kantor, ada jam kerjanya yg teratur (kecuali lembur), jd sangat kurang waktu utk beristirahat dan tidur dg waktu yg cukup. Tentunya ini krg baik bagi kesehatan utk jangka waktu panjang.

Konteks ayat ini adalah zaman itu org bekerja hanya dr pagi hingga sore hari, tdk spt zaman skrg malam haripun ada yg lembur atau berjualan makanan di malam hari. Jadi kalau pekerjaan atau usaha yg kita miliki diberkati Tuhan, tandanya bkn sekedar jadi kaya, tp bisa tidur yg cukup, punya waktu utk beristirahat, kata lainnya adalah : kaya dan sehat.

Apa untungnya kaya tapi sakit-sakitan? Uang habis utk perawatan dan konsumsi obat. Tak bs menikmati jerih lelah, spt terbang dibawa angin hilang lenyap. Yg kelihatan akhirnya adalah kemewahan peti mati dan kuburan saja. Semewah apapun peti mati dan kuburan, tdk bs dinikmati lagi, jd sia-sia semuanya.

Tuhan ingin kita bahagia, memang hrs kerja keras, tapi Dia ingin kita sehat, bs terus bekerja dan menikmati hasil kerja kita. Tidur yg cukup membantu kesehatan tubuh. Bnyk org kaya susah tdr, tiap malam minum obat penenang/obat tidur

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.