DI 19022016
Roma 1:21 KJV
Because that, when they knew God, they glorified him not as God, neither were thankful; but became vain in their imaginations, and their foolish heart was darkened.
Karena itu, ketika mereka mengenal Tuhan, mereka memuliakan Dia bukan sebagai Tuhan, juga tidak berterimakasih; tapi menjadi sia-sia di dalam imaginasi-imaginasi mereka, dan hati mereka yang bodoh digelapkan.
Mengenal Tuhan pasti butuh kerinduan dan proses, mulai dr berdoa, membaca Alkitab hingga giat beribadah dan mengalami pengalaman bersama Tuhan. Namun apa yg terjd pd waktu itu, sungguh mengejutkan.
Sudah mengenal Tuhan tp justru hati mereka digelapkan, bukankah Tuhan itu terang, bertemu Tuhan seharusnya hati justru diterangi seharusnya. Kalo terang itu tdk menyinari sesuatu, berarti ada yg menghalangi terang itu, spt awan yg menutup cahaya matahari. Apa penghalangnya?
Pertama, mrka tdk memuliakan Tuhan sbg Tuhan, artinya memperlakukan Tuhan seenak hatinya sndri. Org yg beragama Kristen, tahu ttg Tuhan Yesus, tp main-main dlm menjalani hidup ini. Beragama tdk menjamin seseorg melakukan perintah yg Tuhan berikan, agama hanya spt aksesoris agar terlihat religius.
Kedua, tdk tahu berterimakasih pd Tuhan. Semua krna kerja keras, kepandaian, bakat, kemampuan diri sndri, lupa bhw kalau Tuhan tdk mengaruniakan semuanya, sehebat apapun kita berusaha dan bekerja, semuanya gagal dan sia-sia.
Ketiga, berimaginasi yg tdk wajar. Imaginasi dikendalikan oleh kekuatan pikiran, bila pikiran bersih, imaginasi bs menghasilkan ide kreatif, bila pikiran kotor, imaginasi bs memancing hawa nafsu dan tindakan dosa. Hati-hati dg imaginasi kita, jgn mengkhayal yg sia-sia.
Tiga hal ini membuat hati digelapkan, gelap membuat kita tdk bs melihat apa-apa, ketakutan, tdk bs beraktivitas bahkan kita bs tersandung saat berjalan. Mengenal Tuhan seharusnya membuat hidup kita terang benderang, kalau hidup kita justru ‘gelap’, periksa 3 hal di atas, bertobatlah