Tetap Memegang Keyakinan

DI 29022016

Lukas 23:51 NKJV
He had not consented to their decision and deed. He was from Arimathea, a city of the Jews, who himself was also waiting for the kingdom of God.

Dia tidak menyetujui keputusan dan perbuatan mereka. Dia berasal dari Arimatea, sebuah kota penduduk Yahudi, dirinya sendiri juga menantikan kerajaan Tuhan.

Keyakinan adalah sesuatu yang kita yakini itu benar, namun seringkali keyakinan digunakan sbg pengganti kata agama, tentu berbeda artinya.

Yusuf dr Arimatea, seorg anggota Majelis Besar, seorg yg kaya, menjd murid Yesus, namun tdk menonjolkan dirinya sbg murid Yesus secara umum, satu hal yg tercatat dlm Alkitab adalah dia tdk menyetujui putusan tentang hukuman terhadap Yesus.

Berani teguh berpegang pd apa yg diyakini sbg sesuatu yg benar, ini tdk dimiliki oleh setiap org. Bnyk org kompromi ttg sesuatu, tdk menyalahkan, tapi juga tidak membenarkan. Ada juga yang berubah keyakinannya, awalnya bilang salah, belakangan berubah bilang benar. Mgkin sedikit saja yang berani tetap teguh memegang apa yg diyakininya. Tdk kompromi dan tdk berubah, ini kualitas org yg memiliki integritas.

Kita dihadapkan pd bnyk pendapat yg menentang apa yg kita yakini, misalkan bnyk pendapat berkata Yesus itu bukan Tuhan, bohong sedikit bolehlah, demi kebaikan, pembukuan ganda normal koq, semua jg bikin begitu, dsbnya. Mgkin yg org lain katakan itu wajar, manusiawi, logis, tdk merugikan siapa-siapa, dsbnya, tp ingatlah bhw apakah pendapat mereka itu benar menurut Tuhan? Kalau jelas-jelas tdk benar, jgn kita kompromi atau mengubah sikap kita.

Peganglah apa yg benar, pasti ada saja godaan utk kita mengubah prinsip kita, jgn kita terpengaruh atau berdebat soal itu, bila tdk setuju, tetap hargai pendapat org lain. Buat apa berdebat, ujung-ujungnya pertengkaran, menjelek-jelekkan satu sama lain. Kita hrs hidup damai dg semua org, bertoleransi bkn berarti kompromi, tetap saling menghormati dan menghargai

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.