Satu Persatu

DI 01032016

Kejadian 6:8
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Di antara seluruh penduduk dunia wkt itu, hanya Nuh yg didapati berkenan di hadapan Tuhan. Lalu bgmna isteri, anak-anak dan menantunya? Tdk tercatat dlm Alkitab komentar Tuhan ttg mereka, kemungkinan mrka jg hidup benar spt Nuh.

Pernahkah kita berpikir mengapa Nuh blm memiliki cucu hingga air bah terjd dan surut? Pembuatan bahtera memakan waktu cukup lama. Sptnya Tuhan menutup rahim 3 menantu perempuan Nuh hingga saat air bah surut, barulah ketiganya memiliki keturunan.

Tuhan melihat hidup seluruh manusia, tp tdk hanya scra berkelompok, tp Tuhan melihat satu persatu hidup setiap manusia. Spt Nuh yg didapati hidup benar, dr antara sekian jumlah penduduk bumi wkt itu, kitapun yg hidup di zaman ini dilihat satu persatu. Percuma kita tercatat sbg jemaat sebuah gereja yg diberkati Tuhan jikalau hidup kita tdk berkenan di hadapan Tuhan, Tuhan melihat pribadi kita, bkn melihat di gereja mana kita berjemaat.

Setiap dr kita nanti satu persatu akan menghadap tahta pengadilan Tuhan, bahkan suami isteripun tdk diadili berdua, tp suami diadili sbdri, isteri jg diadili sndri. Kita bertanggung jwb atas hidup kita masing-masing. Tdk bs ‘nebeng’ org lain, krna itu hiduplah dg benar di hadapan Tuhan.

Apa yg kita perbuat ketika kita hanya sndrian dan di tempat yg tersembunyi, Tuhan melihatnya. Tdk ada yg bs kita sembunyikan dr Tuhan, Dia melihat sampai kedalaman hati kita, Dia tahu pikiran kita bahkan Dia tahu semua yg kita rencanakan. Belajarlah jujur dan terbuka di hadapan Tuhan, jgn sembunyikan dosa, jgn sembunyikan protes, kemarahan dan kekecewaan pd Tuhan. Jgn bohong di hadapan Tuhan, Dia tahu semuanya.

Dunia penuh dg kejahatan, jgn terbawa arus, lawanlah arus negatif yg ada di sekitar kita. Teruslah bertekad hidup kudus bagi Tuhan, Tuhan melihat dan menilainya. Suatu saat apa yg kita buat akan membuahkan hasil, spt Nuh, dia luput dr pembinasaan krna hidup benar

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.