DI 16032016
Ibrani 12:16 KJV
Lest there be any fornicator, or profane person, as Esau, who for one morsel of meat sold his birthright.
Supaya jangan sampai ada beberapa pezinah/sundal, atau orang duniawi/tidak senonoh, sebagaimana Esau, orang yang untuk sepotong daging menjual hak kesulungannya.
Kesalahan Esau menjual hak kesulungannya ternyata dipersamakan dengan perbuatan zinah/pelanggaran susila dan hidup secara duniawi/melawan aturan Tuhan. Walaupun kelihatannya sepele menurut manusia, tapi sangat jahat di mata Tuhan.
Esau tdk merasa bersalah sewaktu dia menjual hak kesulungannya pd Yakub, krna berpikir biarlah Yakub memberikan makanannya, nanti juga Ishak, ayah mereka tetap akan memberikan berkat kesulungan pd dirinya, jd dia ingin menipu Yakub, tetap makan enak tp tetap jg dpt berkat kesulungan, namun kenyataan berbicara lain.
Jgn sembarangan janji ini itu, apalg bicara ngawur ttg sesuatu, Tuhan mendengar semuanya. Esau mgkin bcra asal ucap saja, tapi di mata Tuhan, itu hal yg serius, dan terjadilah Esau kehilangan berkat kesulungannya. Secara manusia Yakublah yg licik, tp di mata Tuhan, Esau telah menjual hak kesulungannya, Yakub menerima apa yg telah dijual kakaknya kepadanya. Esau menuai dr apa yg dia katakan sndri.
Tuhan telah bnyk memberi kita semua yg berharga, jgn kita tdk menghargainya. Tuhan perhitungkan semua perkataan kita, walaupun menurut kita cuma main-main, tapi di mata Tuhan itu serius. Menyesal kemudian tdk berguna.
Perbuatan Esau sangat ‘kotor’ di hadapan Tuhan, Esau terlihat spt pezinah dan melawan Tuhan, demi makanan, menjual hak kesulungan miliknya, di ayat berikutnya ditulis bhw Esau tdk mendpt tempat utk bertobat sekalipun dia sungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahannya. Hati-hati dg hidup kita, ada hal-hal tertentu yg berlaku sekali seumur hidup. Begitu salah bersikap, salah memutuskan, salah memilih, hancur semuanya. Mgkin tdk ada kesempatan utk mengulang, hanya sekali seumur hidup