Bahayanya Akar Pahit

DI 17032016

Ibrani 12:15 NLT
Look after each other so that none of you fails to receive the grace of God. Watch out that no poisonous root of bitterness grows up to trouble you, corrupting many.

Lihatlah satu sama lain sehingga tidak seorangpun daripadamu gagal untuk menerima anugerah Tuhan. Awaslah supaya tidak ada akar beracun dari kepahitan bertumbuh besar untuk menyulitkanmu, merusak banyak.

Zaman dulu, jika seseorg terkena gigitan ular yg beracun, maka tindakan yg biasa dilakukan adalah berusaha menghentikan racun makin menyebar dg cara menghisap darah yg terkena racun kemudian dimuntahkan, bahkan tindakan ‘amputasi’ dg memotong bagian tubuh yg terkena racun terpaksa dilakukan, cacat tapi selamat dr kematian.

Kepahitan itu akibat dr akar pahit yg dibiarkan trs berakar ke dlm hati kita, akar itu berasal dr benih, jd semua berawal dr masuknya ‘benih kepahitan’ ke dalam ‘tanah’ hati dan pikiran kita. Dibiarkan makin mengakar kuat dan tumbuh membesar shga ini menimbulkan masalah bkn hanya bagi yg mengalami kepahitan, tp jg menyusahkan org-org terdekat dan di komunitas di mana dia ada.

Cara masuknya kepahitan dlm hidup seseorg itu diumpamakan spt cara kerja racun, apakah itu polanya spt digigit binatang beracun, artinya diserang oleh perkataan atau perbuatan yg merusak fisik, hati, pikiran hingga semangat hidup seseorg, atau polanya spt racun yg dimasukkan dlm makanan atau minuman, spt racun melalui udara yg dihirup, begitu masuk ke dlm tubuh, merusak organ-organ dlm tubuh sehingga gagal fungsi dan kemudian mati dg cepat, ini spt trauma menyakitkan di masa lalu, dendam yg menumpuk, emosi yg disimpan dan suatu saat ‘meledak’ tiba-tiba. Begitu ‘racun kepahitan’ masuk dlm hidup seseorg, maka kerusakan mulai terjd.

Racun menimbulkan kerusakan hingga kematian. Iblis ingin kita mati, sadarlah itu! Jgn biarkan diri kita dirusak oleh kepahitan, cabut ‘akarnya’ dan sembuhkan pikiran, emosi dan memori masa lalu yg kelam

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.