Menjaga Mulut

DI 28032016

Amsal 13:3 Amplified Bible
He who guards his mouth keeps his life, but he who opens wide his lips comes to ruin.

Orang yang menjaga mulutnya memelihara hidupnya, tapi orang yang membuka lebar bibirnya menuju kehancuran.

Fungsi utama mulut adalah untuk makan dan berbicara, ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga mulut kita krna ternyata hidup kita berkaitan dg mulut kita.

Jika kita ‘salah makan’ akibatnya perut kita akan sakit atau mgkin kita keracunan makanan, kalau ini terjd tentu mengganggu kesehatan dan aktivitas kita terganggu. Jika kita ‘salah bicara’ akibatnya org lain bs marah atau kita dijerat hukum krna pembicaraan kita mgkin mengandung unsur tindakan pidana. Menjaga mulut ternyata mempengaruhi hidup kita akan bahagia atau sebaliknya. Bkn sekedar menjaga, tp spt ‘mengawal/guard’, betul-betul menjaga mulut kita tetap ‘aman’.

Selanjutnya adalah menjaga bibir kita. Apa makna ‘membuka lebar bibir’ kita? Saat kita ingin makan tentu kita membuka bibir kita, jd bs diartikan bhw ayat ini mengingatkan spya kita jgn makan berlebihan, makanlah yg cukup, makan berlebihan bs membuat perut kita sakit dan tentu saja pengeluaran uang jd bertambah. Pengaturan uang yg masuk dan yg keluar hrs benar, jgn pengeluaran lebih besar dr pemasukan.

Dua hal yg hrs kita perhatikan jika kita ingin hidup kita bahagia, panjang umur dan terhindar dr masalah, pertama adalah ‘mengawal’ mulut kita, jgn masukkan makanan yg tdk sehat ke dlm tubuh kita, jagalah kesehatan dg pola makan yg benar, juga jgn ‘asal’ bicara, atur cara kita bcra, menjawab dan berkomentar. Kedua adalah jgn berlebihan makan, kendalikan nafsu makan dan hindari masalah keuangan akibat trs menerus makan tanpa terkendali. Jgn hancurkan hidup kita hanya krna pola makan yg salah, punya hobby kuliner tentu baik, tp jgn sampai perut jd spt ‘tuhan’ bagi kita.

Setiap kita akan menikmati akibat dr semua yg kita lakukan, apakah itu baik atau buruk, bijaksanalah

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.