DI 31032016
Amsal 13:12 NKJV
Hope deferred makes the heart sick, But when the desire comes, it is a tree of life.
Harapan tertunda membuat hati sakit, tapi ketika hasrat datang, itu sebuah pohon kehidupan
Setiap org pasti punya harapan, harapan bs berupa cita-cita, visi, keinginan akan sesuatu, dsbnya. Namun tdk semua harapan itu terwujud atau menjd nyata sesuai dg waktu yg diharapkan.
Harapan yg tertunda membuat hati menjd ‘sakit’, ada rasa kecewa, putus asa, protes bahkan penyesalan hingga ketakutan, ada yg kecewa tp bs menerima kenyataan, dan setia menunggu dan trs berusaha mewujudkan harapannya, ada jg yg tdk bs menerima kenyataan, marah, menyalahkan org lain bahkan protes pd Tuhan, merasa gagal, tdk percaya diri dan menjd pecundang. Bgmna reaksi kita dlm menghadapi kenyataan bhw yg diharapkan tdk terjd pd waktu yg kita inginkan sangatlah menentukan apakah nantinya harapan kita jd kenyataan atau tdk.
Ketika mengajukan permohonan pd Tuhan, jgnlah kita jg menentukan batas waktunya, misalnya dlm 3 bulan ke depan minta Tuhan melakukan ini atau itu, biasanya kita kecewa krna kita sndri yg menentukan batas waktunya, pdhal Tuhan memberi tepat pd hitungan waktu-Nya dan sesuai dg kesiapan kita menerimanya.
Jaga hati kita agar tdk mudah kecewa, protes atau putus asa, harapan yg tertunda bkn berarti pupus atau pasti tdk akan terwujud, koreksi diri apakah kita cuma sekedar menunggu Tuhan tanpa kita berbuat sesuatu yg memang menjd bagian yg hrs kita lakukan. Adanya rintangan atau masalah yg tdk kita perkirakan sblumnya seringkali jd faktor penunda harapan kita terwujud. Sabarlah dan jgn berhenti di sini, tetap setia lakukan bagian kita.
Apa yg kita lakukan di dlm Tuhan tdk pernah sia-sia. Abraham diberi harapan akan punya anak, baru 25 thn kemudian terwujud. Apa tdk kelamaan waktunya? Menurut sisi manusia memang lama, tp perhitungan Tuhan selalu tepat. Selalu ada alasan Tuhan yg tepat utk setiap harapan yg tertunda