DI 12042016
Lukas 10:20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
Apa tujuan utama kita hidup di dunia? Jadi konglometat? Jadi orang terkenal? Jadi penguasa? Jadi orang paling bahagia di dunia? Membahagiakan anak cucu? Menurut Yesus, itu semua bukan tujuan hidup yang utama. Lalu apa yang benar?
Yang benar adalah jika nanti hidup kita selesai di dunia ini, kita melanjutkannya di surga bersama Tuhan. Kekayaan tdk bs membuat kita berada di surga, bahkan perbuatan baik kitapun tidak membuat kita pasti masuk surga, tapi keselamatan yg Tuhan anugerahkan melalui Tuhan Yesus itulah yg memastikan kita akan ada bersama Tuhan di surga saat nanti kita semua mengakhiri hidup di dunia.
Harta, kekuasaan, popularitas, kebahagiaan, dsbnya hanyalah aksesoris kehidupan kita selama ada di dunia. Sekaya apapun kita tdk dpt menyamai kekayaan Tuhan, meskipun kita adalah presiden di sebuah negara, di surga kita tetaplah hanya ‘rakyat’ surgawi, sebahagia apapun kita di dunia, kebahagiaan di surga melebihi semuanya. Bukankah semua yg di dunia itu fana dan sementara saja? Masih mengejar yg fana? Mulailah tertarik dg apa yg kekal.
Bagaimana spya nama kita ada tertulis di surga? Sesuatu yg tertulis dlm sebuah daftar disebut pendataan. Misalnya ingin mengikuti sebuah kontes nyanyi, maka hrs dtg mendaftar dan memenuhi persyaratan yg diminta barulah secara resmi kita terdaftar sbg peserta kontes nyanyi itu, nama kita ada dlm list daftar peserta. Utk masuk surga ada persyaratannya yg hrs kita siapkan. Otomatis masuk surga? Memangnya surga tempat ‘murahan’? Seseorg yg mati meskipun pemakamannya dipimpin oleh hamba Tuhan yg diurapi, blm tentu dia masuk surga. Kitalah masing-masing yg bertanggung jwb atas hidup kita.
Syarat-syarat spya nanti tinggal di surga bersama Tuhan, sebagian kita dpti dlm Alkitab, baca dan pelajari dg seksama, kemudian praktekkan