Setia Sampai Mati

DI 14042016

Wahyu 2:10
… Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Setia sampai mati, itulah yg Tuhan inginkan dr setiap kita. Ini punya 2 makna, pertama adalah kita didapati setia hingga saatnya kita mati/meninggal dunia, kedua adalah kita rela mati bagi Tuhan sbg bukti kesetiaan kita pd Tuhan.

Utk nantinya kita menikmati kekekalan bersama Tuhan, kita diperintahkan utk menjd setia, artinya dlm hidup kita di dunia, selalu akan dipertemukan dg hal-hal yg berusaha membuat kita tdk setia lg pd Tuhan. Apakah itu tawaran iblis dan dunia, apakah itu berupa penderitaan krna nama Yesus, apakah itu krna bujuk rayu seseorg dg mengatas namakan cinta, atau krna kita mulai kehilangan kasih kita pd Tuhan, itu semua hrs kita hadapi dan menang atasnya.

Menjd pengikut Kristus memang butuh kesetiaan trs menerus. Tuhan mengaruniakan atas kita yaitu mahkota kehidupan bagi yg setia sampai mati. Lalu bgmna dg org yg di akhir hidupnya menjd tdk setia pd Tuhan? Jika spt ini tentu saja dia sdh kehilangan mahkota kehidupan. Bisakah dia tinggal bersama Tuhan di surga?

Surga bkn tempat otomatis yg kita masuki setelah nanti kita meninggal, jd selama kita hidup, tetaplah setia percaya pd Tuhan, jgn menjd tdk percaya dan beralih pd berhala atau tuhan yg lain. Demi jodoh bnyk yg meninggalkan Tuhan, namun ternyata hidupnya tdk sebahagia yg dia pikirkan. Demi karier politik, dunia artis, atau demi menikahi org yg super kaya, ada org Kristen yg meninggalkan Tuhan spya dia bs menikmati kemewahan, kekuasaan dan kesuksesan dlm karier, Tuhan ‘ditukar’ dengan apa yg sifatnya sementara dan fana. Iman spt sebuah mainan yg jika sdh bosan, dibiarkan bgtu saja, atau malah berganti iman yg lain.

Jgn ada ‘tuhan’ lain dlm hidup kita, apakah itu harta kekayaan, pasangan hidup, hobby, bahkan kemalasan yg ada. Tetaplah percaya dan sungguh-singguh utk setia pd Tuhan. Seberat apapun penderitaan yg hrs kita tanggung

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.