Terima Firman dan Bertobat

DI 16042016

Wahyu 3:3 ILT
Selanjutnya, ingatlah bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya, dan peliharalah, dan bertobatlah! Jika kemudian, kamu tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu seperti pencuri dan kamu sekali-kali tidak akan mengetahui kapan waktunya Aku akan datang kepadamu.

Dari ayat ini kita melihat ada bbrpa tahapan sblum seseorg bertobat, bkn sekedar dr yg dulu tdk percaya skrg percaya pd Tuhan Yesus, tp jg bertobat dlm pengertian menyadari dosa dan kesalahan kemudian berbalik meninggalkan dosa itu.

Tahap pertama adalah menerima, dlm pengertian mau membuka diri utk ditegur Tuhan maupun sesama, tdk menolak Firman Tuhan. Tdk semua org yg dengar khotbah itu menerima apa yg menjd kebenaran Tuhan, merasa diri sdh benar dan tdk perlu diajar oleh Tuhan. Bgmna bs bertobat kalau menolak Firman Tuhan?

Kedua adalah mendengar, dlm pengertian mau belajar dr Tuhan, memberi perhatian dan membuka telinga. Tdk mau mendengar itu tanda rasa tdk suka, meremehkan dan menganggap yg didengar itu ‘sampah’. Sudah menolak, jg tdk suka, bgmna bs bertobat?

Ketiga adalah memelihara/menjaga, dlm pengertian jgn sampai Firman Tuhan itu ‘hilang’ dlm pikiran dan hati kita. Selain membaca Alkitab, perlu ditambahkan dg menghafal bbrpa ayat, gunanya spya saat kita memerlukan tuntunan Tuhan, kita menemukannya dr bbrpa ayat yg kita hafal. Renungkan Firman Tuhan dan Firman itu akan ‘bekerja’ dlm hidup kita.

Keempat adalah mau bertobat, sdh tahu Tuhan sdh menegur, sadar diri bhw perlu bertobat. Ada org yg kelihatannya spt ‘ahli’ Alkitab, kalau bcra ttg Tuhan sangat semangat tp perbuatannya berlawanan dg apa yg diketahuinya ttg kebenaran Firman Tuhan. Biar terlihat religius dan kudus, pdhal sangat duniawi dan munafik.

Semua org perlu bertobat, krna kita masih blm sempurna selama hidup di dunia, masih bs kemungkinan ‘jatuh’ dan berbuat dosa, perlu trs dipulihkan dan disempurnakan. Jgn merasa lebih baik atau lebih kudus

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.