Datangnya Berkat

DI 14052016

Kejadian 27:4 KJV
And make me savoury meat, such as I love, and bring it to me, that I may eat; that my soul may bless thee before I die.

Dan buatlah bagiku daging yang sedap, yang demikian aku suka, dan bawalah itu padaku, supaya aku boleh memakannya; supaya jiwaku boleh memberkatimu sebelum aku mati.

Kita percaya bhw berkat itu menjd milik kita saat kita taat melakukan Firman Tuhan, dan ayat ini mengajar kita bhw berkat itu datang saat kita bisa menyenangkan hati org lain.

Ishak meminta Esau, anak sulungnya, utk berburu dan membuat makanan daging yg sedap, makanan kesukaannya, setelah makan lalu akan diberkati. Kita tahu ternyata Yakublah yg menerima berkat itu. Ada satu pola yg pd waktu itu dilakukan pd saat seorg ayah di usia tuanya akan memberikan berkat pada anak laki-laki sulungnya. Menyenangkan hati org yg akan memberkati kita maka berkat itu datang.

Lebih mudah memahami hal ini dlm kehidupan sehari-hari, kalau kita bs ‘mengambil hati’ seseorg, biasanya kita akan bnyk menerima pemberian dan kemudahan dlm bbrpa hal. Tapi jika kita membuat kesal seseorg atau menyakiti hatinya, maka kita akan dibenci dan dipersulit. Berkat itu melekat pada kasih, kutuk itu melekat pd kebencian.

Bukan hanya hubungan kita dg Tuhan saja yg harus baik, tp hubungan kita dg sesama jg harus baik. Tentu saja kita menerima berkat dr Tuhan setelah kita hidup taat menurut kebenaran Firman-Nya, tapi jgn lupa, ada berkat Tuhan jg yg Dia berikan melalui perantaraan org-org yg Dia percayai, bisa melalui orgtua kita, keluarga, sahabat, pemimpin kita bahkan mgkin org yg baru kita kenal. Utk berkat itu sampai kepada kita maka hubungan kita dg sesama haruslah terjalin dg baik. Utk itulah kita hrs menjaga sikap, perkataan dan perbuatan kita, jgn sampai hubungan yg ada menjd terganggu atau ‘rusak’, Ada waktunya kita hrs dewasa menyikapi apa yg org lain perbuat terhadap kita. Tahan emosi, berpikir panjang dan tdk bersikap spt kanak-kanak

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.