Jangan Membandingkan

DI 18052016

1 Samuel 18:8 ILT
Dan hal itu sangat memanaskan hati Saul, dan hal ini adalah jahat menurut pandangannya. Lalu ia berkata, “Mereka telah memperhitungkan kepada Daud berlaksa-laksa, sedangkan kepadaku mereka hanya memperhitungkan beribu-ribu. Dan ada yang lebih baginya, selain kerajaan ini?”

Tanpa sadar apa yg sering kita ucapkan ternyata berdampak buruk atau negatif meskipun sbnarnya itu berupa kesaksian atau masukan ttg sesuatu.

Hari itu memang Israel bersukacita stlah Daud berhasil mengalahkan Goliat, para perempuan menyanyikan sebuah nyanyian kemenangan. Wajar bukan? Ya, tp ternyata bagi raja Saul, nyanyian itu membuatnya marah. Apa penyebabnya? Karena terjd sebuah banding membandingkan antara Daud dg raja Saul.

Sebuah kesaksian seharusnya berdampak membangun iman dan mengobarkan semangat, namun ketika sumber kesaksian membandingkan dirinya dg apa yg diperbuat org lain, di sinilah terjd ketersinggungan, pihak yg mendengar merasa diremehkan, si sumber kesaksian terkesan sombong dan ‘mengangkat dirinya’ sendiri terlalu tinggi.

Menegur anak kita yg raportnya banyak angka ‘merah’ itu hrs dg cara yg tepat, kalau dia dibandingkan dg anak org lain, dia merasa direndahkan, disayang kalau dia berprestasi, selalu tdk lebih baik dibandingkan org lain. Teguran berubah menjd perkataan yg melukai hati.

Ada sebuah proses yg berulang turun temurun, kalau seorg anak direndahkan oleh orgtuanya, maka ketika dia menjd orgtua, tanpa disadarinya, dia jg meremehkan anaknya sendiri. Hati-hati ketika kita mendidik anak kita, itu jg yg dia terapkan terhadap anaknya kelak.

Kalau bersaksi, jgn menyinggung perasaan org lain, tinggikanlah Tuhan, bkn kehebatan pribadi, sekalipun mgkin org lain tdk ‘sehebat’ kita, jgn kita meremehkan mrka dlm kesaksian kita. Tegurlah dg cara yg benar, jgn malah membuat org lain ‘down’ dan luka hati. Membandingkan dg org lain bknlah cara yg tepat utk membangkitkan semangat org lain

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.