Bertindak Kejam

DI 19052016

1 Samuel 22:18-19
Lalu berkatalah raja kepada Doëg: “Majulah engkau dan paranglah para imam itu.” Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Saul merasa dicurangi oleh para imam di kota Nob krna menuduh mrka melindungi Daud yg hendak dibunuhnya, maka dia membunuh 85 imam dan seluruh penduduk dan ternak di kota itu, sungguh sebuah tindakan sangat kejam dan jahat.

Semua diawali oleh ketakutan dlm diri Saul yg melahirkan pikiran bhw Daud akan segera menggantikan dirinya sbg raja atas Israel. Begitu ketakutan menguasai diri Saul, dia bertindak sangat kejam. Mulai dr bgmna membunuh Daud dg cara yg samar-samar hingga terang-terangan.

Ketakutan itu ibarat akar dr sebuah ‘pohon kebencian’ dlm diri seseorg. Merasa terancam oleh prestasi org lain bs membuat seseorg spt ‘serigala berbulu domba’, di depan kelihatan bersahabat, namun di belakang ternyata ingin menyingkirkan. Mulai merencanakan hal-hal yg aneh-aneh, bs berupa komentar negatif, pembunuhan karakter bahkan fitnah keji. Tdk berhasil dg cara ‘belakang’, terpaksa dg cara yg ‘brutal’, mulai mengancam, men-teror, mengintimidasi hingga secara langsung berhadapan muka utk ‘berduel’. Ketakutan bs membuat seseorg bertindak kejam.

Org yg tdk ada kaitannya dg permasalahan yg ada, bisa menjd korban kekejaman pihak yg bertikai. Memang butuh menjd bijaksana bila kita tahu kemungkinan bs terlibat masuk dlm permasalahan pihak lain yg sdg terjd. Berbicara dg org yg kejam tdklah mudah, salah sedikit bicara, bisa rumit dan celaka.

Kalau ada ketakutan dlm diri kita yg membuat kita berpikir yg ‘super negatif’, segera buang ketakutan itu sblum akhirnya kita menjd kejam

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.