Kasar dan Bodoh

DI 04062016

Mazmur 73:22 ILT
Aku kasar, dan tidak mengetahui, aku seperti binatang di dekat-Mu.

Ketika seseorg kehilangan pikiran yg jernih, maka dia bs bertindak kasar dan bodoh, baru setelah emosinya surut, dia menyesali semuanya.

Pernahkah kita ‘iri’ melihat org lain hidup ‘bebas’ dan lebih ‘enak’ dibandingkan hidup kita? Kemudian kita mulai berpikir kalau begitu apa gunanya kita hidup takut akan Tuhan dan menuruti semua Firman-Nya? Org lain yg hidup tdk religius malah lebih kaya, lebih bnyk bersenang-senang, koq Tuhan diam saja?

Spt jalan cerita sebuah film action, seringkali diceritakan sang jagoan atau org yg baik, kalah duluan, barulah di penghujung cerita sang jagoan akhirnya menang. Kalau kita menonton tdk sampai tamat, kelihatannya sang jagoan atau org yg baik mustahil bs menang, maka kita tdk akan pernah tahu akhir ceritanya bhw ternyata sang jagoan itu menang.

Lihatlah atau menilai hidup org hrslah lengkap, artinya lihatlah sampai akhir hidup org itu. Org yg fasik dan jahat bs terlihat hidupnya ‘lebih’ dr kita, tp nanti saat akhir hidup mereka blm tentu mereka lebih enak hidupnya drpd hidup kita yg adalah pelaku Firman-Nya.

Ketika kita membandingkan hidup kita dg hidup org fasik yg kelihatannya ‘wow’, maka perlahan-lahan kita bs menjd kecewa pd Tuhan. Dr kecewa lanjut pd protes, kemudian terbawa emosi, bertindak kasar layaknya binatang buas, akhirnya meninggalkan Tuhan dan hidup tanpa aturan. Di masa tua barulah efek atau dampak gaya hidup semasa muda itu kelihatan, terkena sakit penyakit, keluarga berantakan, hidup dlm kekhawatiran berlebih hingga pd akhirnya bs berujung pd tindakan bunuh diri. Tentunya setiap dr kita tdk ingin akhir hidup kita nanti akhirnya menderita dan memalukan. Jgn bandingkan hidup kita dg hidup org fasik, itu sia-sia saja.

Hargai karya Tuhan dlm hidup kita, meskipun kita bukan yg ‘ter’ di dunia, tp nantinya kita menjd penghuni surga, org-org yg paling bahagia selama-lamanya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.