DI 08062016
Efesus 1:16 NKJV
do not cease to give thanks for you, making mention of you in my prayers:
tidak berhenti untuk bersyukur karena kamu, menyebut kamu di dalam doa-doaku
Rasul Paulus selalu menyebut jemaat Efesus di dlm doa-doanya pd Tuhan, ini krna rasul Paulus mendengar ttg iman pd Keistus dan kasih mereka terhadap org-org kudus.
Nama siapa yg kita sebut dlm doa-doa yg kita naikkan pd Tuhan? Kalau nama-nama anggota keluarga itu wajar, selain itu nama siapa lagi? Mencontoh pd rasul Paulus, bawalah dlm doa terhadap org-org kudus yg kita ketahui: para hamba Tuhan, org-org Kristen yg duduk dlm pemerintahan, org-org yg ada di bawah wewenang rohani kita, dsbnya.
Doanya jg dg menyebut nama, artinya tdk berdoa cuma dlm hati saja. Mengapa hrs bersuara? Bukankah Tuhan sdh tahu apa yg akan kita doakan?
Sederhananya spt ini, kalau lawan bicara kita ada di hadapan kita, pasti kita bicara dg berkata-kata, ngobrol, berdiskusi. Tapi saat lawan bicara tdk ada di depan kita, kecuali dg cara menelepon atau video call, kita biasanya memakai cara ‘chatting’, mengetik kata-kata di aplikasi chatting yg ada. Chatting biasanya tdk berbicara, berkomunikasi hanya melalui tulisan.
Kalau kita beriman bhw Tuhan itu ada di mana-mana, maka kita jg percaya bhw Tuhan ada di hadapan kita, berkomunikasilah dg Tuhan melalui doa yg bkn dlm hati, tp mengeluarkan suara, sama spt kita berbicara dg org yg ada di hadapan kita. Diamlah ketika Tuhan bicara secara pribadi dg kita, tp berkata-katalah di saat Tuhan memberi kesempatan kita utk bicara. Tuhan memang tdk kelihatan, tp Dia hadir di saat kita berdoa.
Berdoa utk seseorg itu ‘menggerakkan’ Tuhan utk menjamah kehidupan org itu. Namun bkn sesekali saja menyebut org itu dlm doa-doa kita, sebaiknya disebut atau didoakan setiap kali kita berdoa. Mereka perlu doa-doa kita dan doa dr sdr seiman yg lain, doakan secara spesifik ttg hidup kerohanian mereka, aktivitas harian serta harapan ttg masa dpn.