Membeli Kebenaran

DI 15062016

Amsal 23:23
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Apa bedanya antara membeli dan menjual? Bkn ttg uangnya, tp lihat dr sudut pandang siapa yg menjadi pemiliknya, menjual berarti melepaskan hak milik atas sesuatu yg semula milik kita kpd org lain, membeli berarti mengambil hak kepemilikan dr org lain atas sesuatu, menjd milik kita.

Penulis Amsal menasehati agar kita membeli kebenaran dan jgn menjualnya. Ada ‘harga’ utk sebuah kebenaran, dan ternyata ‘harga’ tsb hrs kita ‘tebus’ spya kebenaran itu menjd milik kita. Dgn memiliki kebenaran dlm hidup kita, maka kita dimampukan utk hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia, dimampukan bersikap dan bertindak benar dan selalu menyatakan kebenaran dlm segala hal.

Menjual kebenaran itu bs dlm berbagai kasus, misalnya berbohong yg sama artinya dg mengatakan yg tdk benar, melanggar aturan berarti melakukan yg salah, bkn yg benar. Salah mendidik anak ini jg disebabkan tdk mengajar dg benar ttg apa yg benar dan seharusnya.

Dosa menyebabkan manusia dlm posisi yg tdk benar di hadapan Tuhan. Dosa menyebabkan manusia melanggar perintah Tuhan, dlm melanggar ada unsur ‘perlawanan’ dan tdk takut. Ketika seseorg berbuat dosa, tdk ada takut akan Tuhan di dlm dirinya. Meskipun dg dalih godaan berbuat dosa terlalu kuat, tetap pilihan ada pd diri kita sndri, mau lakukan yg benar atau yg salah. Kalau roh kita lemah, kita nantinya akan dikuasai dosa.

Jgn biarkan diri kita kehilangan kebenaran yg telah kita miliki sblumnya. Firman Tuhan itu kebenaran, tdk mengerti Firman Tuhan berarti tdk mengerti mana yg benar dan mana yg salah. Kalau tdk tahu sesuatu itu salah, maka kita berpikir bhw hal itu benar, dan ketika kita melakukannya, hukum Tuhan berlaku atas kita, salah tetap dihukum meskipun kita tdk tahu bhw itu salah. Itulah sebabnya kita perlu hikmat, pengertian dan didikan. Malu jika kita ketahuan salah mengerti ttg kebenaran

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.