Jangan Menelantarkan

DI 14062016

Amsal 23:22
Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Saat kita berkunjung ke panti jompo, saat berkesempatan berbincang dg para org-org lanjut usia di sana, kita akan temui beragam sebab mengapa mrka ada di sana.

Ada sebab yg negatif, misalnya krna keluarganya terlalu sibuk, tdk peduli, tdk mau merawat, dianggap menyusahkan, dsbnya, ada jg sebab yg positif, mereka ingin punya teman-teman sesama lansia, tdk ingin menyusahkan anak cucu, ingin bahagia di hari tua.

Entah apakah jwban mrka itu jujur atau sekedar ‘mengarang’, sikap anak terhadap orgtua mrka yg sdh lanjut usia perlu dicermati. Kelemahan fisik dan mundurnya fungsi otak dan saraf seringkali menimbulkan pro dan kontra dlm sebuah keluarga. Ditambah jika mereka mengalami sakit yg menahun, di satu sisi anak punya keluarga dan kesibukan sndri, di sisi lain anak punya tanggung jwb merawat orgtuanya di masa tua mereka.

Spt ada pola berbalik di zaman ini: dulu orgtua sibuk bekerja, anak ditemani suster, kemudian ketika orgtua memasuki usia lanjut, mereka ditemani suster yg dibayar oleh anak-anak mereka krna tdk cukup waktu utk merawat langsung. Entah apakah ini ‘tabur-tuai’ atau sekedar kebetulan.

Firman Tuhan mengajar para anak utk tdk menghina orgtua mrka yg sdh lanjut usia. Pada titik tertentu sebagian lansia bertingkah laku spt anak-anak. Blm lagi soal ‘cerewetnya’, minta perhatian lebih, dsbnya. Apapun keadaan orgtua kita di usia tua mrka, Tuhan perintahkan utk menghormati mrka. Tanpa mrka, kita tdk hadir di dunia ini. Tanpa mrka, kita tdk bs jd spt sekarang ini. Terlepas kelemahan dan kekurangan yg mrka miliki, mrka pantas dihormati, disayangi dan diperhatikan hingga saatnya nanti mrka kembali pd Tuhan.

Merawat orgtua itu sebuah kesempatan utk membalas kasih sayang dan budi baik mereka terhadap kita. Tdk semua org memiliki kesempatan itu, gunakan sebaik-baiknya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.