DI 25062016
Lukas 12:15 NKJV
And He said to them, “Take heed and beware of covetousness, for one’s life does not consist in the abundance of the things he possesses.”
Dan Dia berkata pada mereka: “Simaklah dan awaslah dari ketamakan, karena hidup seseorang tidak terdiri di dalam hal-hal kelimpahan yang dia miliki.”
Ayat ini muncul setelah seseorg meminta Yesus utk meminta saudaranya berbagi warisan dgn dia, jd ini bcra ttg harta.
Apa bedanya hidup dengan harta dan hidup dari harta? Kalau kesamaannya jelas bhw manusia utk trs hidup membutuhkan harta atau uang, perbedaannya begini: hidup dari harta berarti hidup tergantung dr harta, harta banyak hati senang, tak punya harta hidup serasa mati. Hidup dengan harta berarti hidup tdk bergantung dr harta yg dimiliki, damai sejahtera ada walaupun mungkin tdk punya harta utk sementara waktu, harta menjd ‘bonus’ fasilitas hidup yg Tuhan sediakan krna kita memilih Tuhan menjd sumber hidup kita.
Seorg teman berkata: “Uang tdk masalah, tp tdk punya uang itu masalah.” Dari sudut pandang tertentu ini kelihatannya benar, tp ayat di atas berkata bhw uang dan harta bukanlah ‘komponen atau penyusun’ dr hidup seseorg.
Tentu pernyataan Yesus ini tdk sesuai dg logika kehidupan. Mgkinkah hidup tanpa uang? Utk mengerti hal ini kita perlu memahami fungsi harta dan uang yg kita miliki.
Uang itu sekedar alat tukar. Kita makan makanan yg kita beli menggunakan uang, uang kita dpt dr hasil bekerja atau berbisnis. Jd kita bs makan krna kita bekerja atau berbisnis, bkn krna uangnya. Kita bisa punya harta berlimpah krna kita bekerja dan berbisnis, bkn krna uang. Uang itu alat tukar, upah kita bekerja dinilai dg pemberian sejumlah uang, jd sbnarnya kita hidup dr apa yg kita lakukan, bkn dr uang.
Org tamak tdk pernah puas dg apa yg sdh dimiliki, bahkan milik org lainpun ingin jg dimilikinya. Yesus mengingatkan agar kita jgn tamak, artinya yg tadinya tdk tamak atau serakah, bisa berubah menjd tamak