DI 28062016
Lukas 18:13 NKJV
And the tax collector, standing afar off, would not so much as raise his eyes to heaven, but beat his breast, saying, ‘God, be merciful to me a sinner!’
Dan pemungut cukai, berdiri dari jauh, sangat tidak ingin mengangkat matanya ke langit, tapi memukul dadanya, berkata: “Tuhan, berbelas kasihanlah padaku seorang pendosa.”
Kisah perumpamaan 2 org yg dtg berdoa di Bait Suci, seorg Farisi dan seorg pemungut cukai ini mengingatkan kita utk tdk menilai diri sndri lebih baik dr org lain.
Si org Farisi sengaja memamerkan ‘kekudusan’ dirinya di hadapan Tuhan dan manusia, dia jg membandingkan dirinya dg si pemungut cukai. Ini gambaran org yg kelihatannya religius dr luar namun sbnarnya bnyk melanggar aturan Tuhan. Dlm berbagai kisah dlm Injil, Yesus seringkali menegur keras sikap dan perbuatan org-org Farisi.
Si pemungut cukai tdk berani terlalu dekat dg Bait Suci, dia berdoa dg rasa malu, menyadari dia seorg pendosa, doanya jelas dia minta Tuhan berbelas kasihan dan mengampuni semua dosanya. Ini gambaran org yg memang buruk dr luarnya tapi punya kesempatan utk menjd org baik dr dlm dirinya.
Paling memalukan adalah org yg merasa tdk berdosa pdhal dia bnyk berbuat dosa. Yg adalah dosa mnrut dia bkn dosa, Firman Tuhan dimanipulasi sedemikian rupa shga kelihatannya tindakannya dibenarkan oleh Firman Tuhan. Dg tdk gentar dtg menghadap Tuhan dan malah sengaja menjelek-jelekkan org lain di hadapan Tuhan. Dosa yg tdk diakui apalg tdk disadari bs membuat Tuhan tdk berkenan atas doa yg dinaikkan oleh seseorg. Koreksi diri bila kita blm mendpt jwban doa dr Tuhan, mgkin krna ada dosa yg blm kita sadari dan akui.
Mengakui dosa di hadapan Tuhan dan org lain memang butuh niat dan keberanian. Tdk semua org siap dg resikonya, krna org lain bs bersikap merendahkan atau menolak kita setelah mengetahui dosa yg kita akui. Tdk semua anak-anak Tuhan memiliki kedewasaan rohani utk tetap bs menerima sdr seiman yg berdosa.